Sukses

Jelang Lebaran di Tengah Pandemi Corona, Uni Emirat Arab Perketat Jam Malam

Liputan6.com, Dubai - Uni Emirat Arab (UEA) menambah jam malam hingga dua jam menjelang Lebaran tahun ini. Penyebabnya, kasus Virus Corona (COVID-19) di negara itu masih terus bertambah.

Dilaporkan Arab News, Rabu (20/5/2020), jam malam yang diadakan pada 22.00 hingga 06.00 pagi akan mulai lebih awal pada pukul 20.00. Aturan itu berlaku mulai Rabu ini.

Pembatasan ini berlaku hingga libur Lebaran di Uni Emirat Arab yang akan mulai pada 22 atau 23 Mei mendatang. Dalam kondisi ini, mal akan tetap buka pada pukul 09.00 hingga 17.00.

Supermarket masih boleh beroperasi 24 jam. Restoran yang menyajikan takeaway juga boleh beroperasi.

Terkait tunjangan hari raya (THR), pemerintah meminta agar jangan memberikan uang tunai supaya tak ada kontak fisik dengan uang. Masyarakat diminta memberikan uang Lebaran secara transfer elektronik saja.

Berdasarkan data Johns Hopkins University, hari ini ada total 25.063 kasus Virus Corona COVID-19 di Uni Emirat Arab. Total 227 pasien meninggal dunia.

Negara jazirah lain juga mencatat kasus Virus Corona COVID-19 yang lebih tinggi. Arab Saudi mencatat ada 59.854 kasus dan Qatar ada 35 ribu kasus.

Lebaran tahun ini akan jatuh pada beberapa hari ke depan. Di Arab Saudi, jam malam juga akan tetap diterapkan saat Idul Fitri.

2 dari 3 halaman

Uni Emirat Arab Tetapkan Libur 5 Hari untuk Idul Fitri

Otoritas Federal untuk Sumber Daya Manusia Pemerintah di Uni Emirat Arab (UEA) mengumumkan pada Senin lalu bila perayaan Idul Fitri akan ditandai dengan cuti bersama selama lima hari. Akhir bulan Ramadan akan jatuh pada 22 Mei mendatang, seperti yang dikutip dari Ansamed, Rabu (13/5/2020).  

Setelah itu umat Muslim di Uni Emirat Arab akan memiliki libur selama lima hari, akan ada pengumuman tersendiri untuk orang-orang yang bekerja di sektor swasta.

Perayaan Idul Fitri tahun ini jauh berbeda akibat pandemi COVID-19. Umat Muslim tidak dapat melakukan ibadah bersama di masjid, karena masjid di Uni Emirat Arab dan seluruh dunia tutup akibat peraturan social/physical distancing untuk mencegah penularan Virus Corona COVID-19.  

Perayaan Idul Fitri di Uni Emirat Arab umumnya ditandai dengan pameran di mana para perempuan menggunakan jalabia, sementara kaum pria memakai deshdasha dan ghutra. Pakaian-pakaian itu adalah tradisi dari orang-orang Emirati.

Tak hanya itu, pada momen itu biasanya akan ada kelas untuk anak-anak membuat clay yang menggunakan alat-alat tradisional, seperti yang dikutip dari The Culture Trip. Kendati demikian, perayaan ini sepertinya harus tertunda akibat pandemi COVID-19.

Tak hanya itu, perayaan Idul Fitri di Uni Emirat Arab juga diramaikan dengan penggunaan henna yang biasanya dilakukan di salon-salon di Abu Dhabi dan kota lainnya.

Masjid Agung Sheikh Zayed juga menjadi salah satu tujuan utama saat perayaan Idul Fitri, namun sayangnya masjid ini harus ditutup akibat penyebaran Virus Corona COVID-19.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: