Liputan6.com, Jakarta - Puncak arus balik di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara mulai terlihat. Meski diprediksi puncak arus balik baru terjadi pada Minggu 26 Juli 2015, pemudik yang kembali ke ibukota sudah mulai memadati pelabuhan pada hari ini.
Sebanyak 2.000 pemudik kembali tiba di Jakarta. Ribuan pemudik itu menumpang KM Dobonsolo yang berlayar dari pelabuhan Tanjung Emas, Semarang.
"Penumpangnya 2.000, motornya 900. Dan data sampai saat ini masih seimbang sesuai dengan yang mereka daftar mudik dan baliknya," kata Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Bobby R Mamahit di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (24/7/2015).
Sementara itu, Kapten Kapal Dobonsolo H Muhadu mengatakan, mudik bareng gratis ini diharapkan terus berkelanjutan tiap tahunnya. Bila perlu, rute kembali ditambah melihat antusiame masyarakat yang cukup tinggi.
"Animo masyarakat banyak, pemerintah bisa menambah lagi perjalanan karena mengurangi angka kecelakaan, bahkan ada yang sudah 4 kali mengikuti mudik gratis," tutur dia.
KM Dobonsolo berangkat dari Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang pada Kamis 23 Juli 2015 sekitar pukul 16.00 WIB. Perjalanan terhitung lancar dengan ombak cukup tenang. Pemudik pun mengaku senang 12 jam berlayar bersama KM Dobonsolo.
"Semalaman 12 jam enak banget tidur, tempatnya enak, makannya enak. Mudah-mudahan ingin ikut lagi kalau ada sih enak," ucap seorang pemudik, Sjafri. (Mvi/Sss)
KM Dobonsolo Bawa 2.000 Pemudik Balik ke Jakarta
KM Dobonsolo berangkat dari Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang pada Kamis 23 Juli 2015 sekitar pukul 16.00 WIB.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/929468/original/018973100_1436941877-20150715-Mudik-Lebaran-Banten-Pelabuhan-Merak5.jpg)
Perbesar
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
Sixtainability
- RPTRA Kebon Sirih, Oase Hijau di Tengah Padatnya Jakarta1 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
- Sektor Kelistrikan Bidik Hidrogen dan Amonia untuk Tekan Emisi2 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
- BRI Salurkan KUR Rp144,59 Triliun ke 2,76 Juta Debitur, Sektor Produksi Mendominasi2 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
- Cegah Perubahan Iklim, Badan Geologi Petakan Lokasi Penyimpanan Karbon2 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
- Ketika Antibiotik Tak Lagi Mempan, AI Bikin Virus untuk Bunuh Infeksi Kronis4 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
- Abrasi dan Rob Ancam 400 Hektare di Batang, 1.000 Mangrove Ditanam6 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
- PHE Bidik Peluang Indonesia Jadi Hub Penyimpanan Karbon Asia1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
- Limbah Dibidik Jadi Sumber Energi Rendah Karbon1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
- Startup Ini Klaim Sembuhkan Infeksi Pakai Virus Buatan AI, Ilmuwan Minta Bukti1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
- Cerita Puluhan Istri Petani di Sorong Ubah Jantung Pisang Jadi Abon1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
- Menyemai Harapan dari Limbah Kelapa Lewat Karya Kreatif Komunitas Disabilitas2 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
- Sustainable Fashion Lebih Dari Bahan Organik, Dilema yang Perlu Dipahami2 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490698/original/095003200_1770021594-bea_cukai_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4949090/original/063678200_1726832428-Apel1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5558081/original/096705700_1776405688-cek_fakta_-_dana_bantuan_hindu.jpg)