Liputan6.com, Jakarta - Hitung cepat atau quick count yang dilakukan sejumlah lembaga survei untuk mengetahui pemenang pemilu presiden 2014 sempat menuai masalah. Sebab, para lembaga survei yang melakukan hitung cepat itu memperlihatkan hasil yang berbeda terkait pemenang pemilu.
Kendati demikian, Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti berpendapat, keberadaan quick count sangat penting dalam proses pelaksanaan pilpres.
“Pertama, quick count berfungsi sebagai bahan informasi untuk mengetahui prediksi siapakah yang nantinya akan menang,” kata Ray dalam sebuah diskusi di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Kamis (17/7/2014).
Ray menambahkan dengan adanya hitung cepat yang dilakukan lembaga survei kredibel, juga dapat membantu memberikan gambaran kepada masyarakat mengenai hasil pilpres. Masyarakat setidaknya tidak khawatir menunggu pengumuman pemenang pemilu oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
“Sehingga masyarakat yang memiliki pekerjaan bisa kembali beraktivitas, karena mereka sudah memiliki gambaran siapa yang akan menang,” tambah Ray.
Selain itu, ujarnya, hitung cepat juga dapat menjadi pegangan untuk mengontrol hasil perhitungan suara yang dilakukan KPU jika nanti terjadi perbedaan yang signifikan.
“Misalnya quick count hasilnya 52 persen berbanding 48 persen. Hasil KPU antara 53 atau 51 persen, itu tidak masalah karena masih masuk margin of error. Tapi kalau hasilnya 60 40, itu baru ada masalah dan itu hasilnya harus diaudit,” ucap Ray. Namun, ujarnya, penetapan siapa yang menang dalam pilpres tetap yang menjadi rujukan adalah hasil dari KPU.
"Menang atau kalahnya pasangan capres dan cawapres masih harus bergantung pada hasil rekapitulasi KPU," tutupnya. (Ans)
Menimbulkan Polemik, Quick Count Dinilai Tetap Penting
Quick count dapat membantu memberikan gambaran kepada masyarakat mengenai hasil pilpres.
Copy Link
Batalkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/708811/original/z2.jpg)
Perbesar
Advertisement
Copy Link
Batalkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
Sixtainability
- Aksi Iklim Indonesia di PBB, dari Restorasi Mangrove hingga Transisi Energi3 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
- Budi Daya Maggot di Mataram, Solusi Masalah Sampah Jadi Bernilai1 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
- BRI Raih Katadata ESG Insight Award 2026, Pemberdayaan UMKM Jadi Penguat Kinerja Sosial1 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
- Sampah Sisa Makanan Hasilkan Emisi, KLH Ungkap Cara Mengolahnya2 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
- Industri Pertambangan Diminta Perkuat Dekarbonisasi3 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
- PepsiCo Indonesia dan Bali Waste Cycle Ubah Limbah Plastik Jadi Papan Penunjuk Arah3 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
- Kelola Sampah Jadi Energi, PSEL Bogor Raya 1 Kurangi Emisi 640.000 Ton5 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
- 1.200 Ton Sampah Bandung Diolah Jadi Sumber Energi6 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
- Tekan Polusi, Jaksel Gencarkan Penghijauan1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
- Petani Sawit Swadaya Dapat Dukungan Rantai Pasok Berkelanjutan1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
- Mengenal Perdagangan Karbon Sebagai Sumber Ekonomi Baru1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
- Jakarta Padamkan Lampu 60 Menit pada 19 September, Cek Lokasinya1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358245/original/052346800_1790327542-HOAX__24_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358342/original/058812500_1790333709-cek_fakta_-_bantuan_bibit_ayam_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316388/original/075760100_1785924799-cek_fakta_-_cpns_kementerian_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317863/original/052285500_1786075641-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-07T110613.668.jpg)