Sukses

Hasanah Didukung Relawan Jokowi di Sukabumi

Liputan6.com, Sukabumi - Relawan pendukung Joko Widodo yang bernama Pro Jokowi (Projo) dari Kabupaten Sukabumi turut mendeklarasikan dukungan terhadap pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut dua TB Hasanuddin-Anton Charliyan pada Jumat 6 April 2018 lalu.

Ketua Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Projo Sukabumi, Jhony mengatakan, dukungan tersebut berdasarkan perintah dari DPD Projo Jawa Barat yang sebelumnya merapatkan barisan mendukung pasangan yang dikenal dengan sebutan Hasanah itu.

Pihaknya pun mengaku siap memperjuangkan kemenangan pasangan Hasanah di daerah Sukabumi dan menghantarkan dua Jenderal itu memimpin Jawa Barat lima tahun kedepan.

"Dukungan Projo Sukabumi untuk Hasanah tidak lepas dari kepercayaan kami terhadap Kang Hasan dan Kang Anton untik membawa perubahan yang lebih baik untuk Jawa Barat," ujar Jhony.

Menurutnyaa, Projo Sukabumi yakin, pasangan Hasanah bisa mewujudkan Nawacita Jokowi di daerah Sukabumi maupun Jawa Barat. Dia mengatakan, 7 program unggulan yang digulirkan Hasanah sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat Jawa Barat.

"Saya yakin dengan 7 program unggulan pasangan Hasanah, lima tahun kedepan Jawa Barat akan terjadi perubahan yang lebih baik lagi," kata Jhony.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah:

2 dari 2 halaman

Janji Anton Charliyan Wujudkan 7 Program

Sementara itu, cawagub Anton Charliyan yang menghadiri acara deklarasi dukungan Projo Kabupaten Sukabumi menyatakan kesiapannya mewujudkan keinginan masyarakat Kabupaten Sukabumi maupun Jawa Barat melalui 7 program unggulannya.

Menurutnya, 7 program unggulan tersebut telah mencakup semua kebutuhan masyarakat Jawa Barat. Mulai dari bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, hingga keamanan dan pelestarian budaya Jawa Barat.

"Program tersebut di antaranya Boga Gawe, Jabar Seubeuh, Sakola Gratis, Imah Reumpeug, Jabar Cageur, Turkamling & Budaya serta Molototdotcom. Semua program tersebut kami serap melalui aspirasi dan situasi Jawa Barat saat ini," jelas Anton.

Loading