Sukses

HEADLINE HARI INI:PERPISAHAN WAPRES, MENGENANG EKSISTENSI JK DI PANGGUNG POLITIK NASIONAL

Polri Terjunkan 64 Ribu Personel Amankan Pencetakan Surat Suara

 

Liputan6.com, Jakarta - Polri menerjunkan sekitar 64 ribu personel untuk mengamankan proses pencetakan surat suara Pemilu 2019. Jumlah tersebut merupakan sepertiga dari kekuatan Polri yang disiapkan untuk mengamankan pesta demokrasi di seluruh Indonesia.

"Kalau secara umum, (pengamanan) di pentahapan pencetakan surat suara itu sepertiga dari kekuatan jumlah personel 194 ribu. Itu sepertiganya," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di kantornya, Jakarta Selatan, Senin (21/1/2019).

Dedi menuturkan, pihaknya telah membuat beberapa satuan tugas untuk mengamankan serangkaian tahapan Pemilu 2019, mulai dari proses pencetakan surat suara, penampungan, hingga pendistribusiannya.

"Pengamanannya baik di tempat percetakan kemudian tempat nanti penampungan gudang KPU yang ada di pusat, di provinsi, di kabupaten, maupun di tingkat TPS, di tingkat kelurahan, maupun di tingkat desa," kata Dedi memaparkan.

Adapun total surat suara yang akan dicetak berjumlah 939.879.651 lembar oleh enam perusahaan. Keenam perusahaan itu adalah PT Aksara Grafika Pratana (4 lokasi), PT Balai Pustaka (4 lokasi), PT Gramedia (9 lokasi), PT Temprina Media Grafika (11 lokasi), PT Puri Panca Pujibangun (6 lokasi), dan PT Adi Perkasa Makassar (1 lokasi).

 

2 dari 2 halaman

Perketat Pemeriksaan

Terkait dengan perusahaan tersebut, Dedi menekankan, personelnya telah melakukan penjagaan ketat selama 1x24 jam di sejumlah tempat percetakan surat suara. Pengamanan dilakukan secara berlapis di dalam dan luar ruangan percetakan.

Petugas kepolisian juga akan memeriksa secara ketat siapa saja yang keluar masuk area percetakan surat suara. Tujuannya untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Setiap petugas atau pegawai keluar masuk percetakan itu dilakukan pengawasan dan dilakukan kontrol secara ketat. Artinya apa? Digeledah. Kami melibatkan pengamanan sekuriti internal digeledah, clear, baru boleh keluar. Demikian juga masuknya, digeledah juga, kalau clear baru boleh masuk," ucap Dedi memungkasi.

 

Saksikan video pilihan berikut ini:

Loading