Liputan6.com, Jakarta - Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 01 Muhaimin Iskandar alias Cak Imin meminta kepada para pendukungnya untuk tidak terhipnotis dengan hasil quick count atau hitung cepat Pilpres 2024. Menurut Cak Imin, quick count sama saja dengan hasil survei yang hanya memnggunakan sample.Â
"Ya kepada seluruh para pendukung AMIN juga para kader simpatisan, para penggerak perubahan dimanapun anda berada. Saya minta jangan terhipnotis oleh hasil quick count. Jangan terhipnotis oleh hasil quick count. Logikanya sederhana, penggilingan menuju hasil quick count itu kan enggak ada bedanya sebetulnya dengan hasil survei, dan quick count itu juga survei sebenarnya, karena itu sampling," kata Cak Imin, Kamis (15/2/2024).
Oleh karena itu, Cak Imin meminta kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)Â untuk tetap menjaga suara Anies-Muhaimin (AMIN) dan menjaga suara partainya. Apalagi, sistem rekapitulasi online Komisi Pemilihan Umum (KPU) sempat down atau mengalami kendala untuk dapat mengaksesnya pada saat pemungutan suara.
Advertisement
"Sehingga harus cepet-cepet memiliki rekapitulasi manual yang betul-betul terjaga dengan baik. Karena itu, lanjutkan pengawalan dan penjagaan dengan pengamanan suara PKB dan AMIN sekaligus persiapan untuk perhitungan kursi-kursi yang diperoleh PKB, dengan demikian amankan kursi-kursi PKB, amankan perolehan PKB dan amankan perolehan AMIN untuk kader PKB," ungkapnya.
Cak Imin menegaskan, jika dirinya tidak ingin para relawan dan pejuang perubahan mengandalkan quick count. Ia ingin agar mengandalkan semua energi kepada hasil sesungguhnya sensus pemilihan rakyat yang mempunyai hak suara.
"Biasa dalam setiap pemilu ada penggiringan, di 2019 juga begitu ada yang sujud syukur ternyata kalah juga itu bagian dari bagian proses untuk saling meyakinkan dan mempengaruhi siapa pemenangnya. Bagi saya pemenang yang sesungguhnya adalah yang dihasilkan di KPU," tegasnya.
"Kalau belum ada hasil dari KPU apa dasar hukumnya mengakui quick count dari mana. Dasar hukum UU Pemilu dan seluruh proses demokrasi yang diatur KPU itu yang akan kita gunakan dari KPU," sambungnya.
Ia juga mengucapkan terimakasih kepada KPU, Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), Dewan Kehormatan Penyelenggaraan Pemilu (DKPP) dan para saksi yang akan menjaga untuk mengawal Pemilu yang jujur, adil dan rahasia.
Timnas Anies-Cak Imin: Perjalanan Masih Panjang, Jangan Terpengaruh Survei Quick Count
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4586575/original/052792600_1695529827-8256b34f-ab4f-4d7b-92b1-0c8a8590334e.jpg)
Co-Captian Tim Nasional (Timnas)Â Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) Thomas Lembong alias Tom Lembong mengatakan, pihaknya masih optimistis untuk lolos dalam putaran kedua Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Hal ini disampaikan Thomas Lembong di Markas Tim Nasional (Timnas) Anies-Cak Imin (AMIN), Jakarta Pusat.
"Kami optimis, jadi ini baru beberapa jam dari sebuah proses yang akan berlangsung berhari hari. Jadi, mari kita hormati proses yang berlangsung ya kan, jadi perjalanan masih jauh, dan enggak usah terpengaruh oleh survei-survei quick count dan sebagainya," kata Tom Lembong, Jakarta, Rabu (14/2/2024).
"Ini kan baru mulai bergulir dari Indonesia bagian Timur ke Indonesia bagian tengah, baru pelan-pelan ke Indonesia bagian Barat. Jadi proses masih panjang, mari kita terus semangat terutama saksi-saksi di tempat-tempat. Semangat terus, jaga supaya TPS-TPS aman bagi semua pemilih, semua kalangan," sambungnya.
Ia menegaskan, jika pihaknya merasa sangat optimistis untuk dapat lolos pada putaran kedua Pilpres 2024.
"Jadi sekali lagi ini fenomena yang juga dilihat di banyak negara angka-angka awal akan bergerak terus, mungkin selama berhari-hari akan bergerak terus. Jadi kita semua harus sabar, jangan terlalu cepat menarik kesimpulan," tegas dia.
Advertisement
Jusuf Kalla Ungkap Isi Pertemuan dengan Anies-Cak Imin
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4664380/original/058620300_1701063316-Screenshot_2023-11-27-11-59-07-721_com.google.android.youtube-01.jpeg)
Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla atau JK mengungkapkan isi pertemuannya dengan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut satu Anies Baswedan - Muhaimin Iskandar (AMIN) pada Rabu (14/2/2024).
JK mengatakan, Anies dan Cak Imin bercerita soal situasi terkini pemilihan umum (Pemilu) 2024. Termasuk, soal hasil hitung cepat atau quick count perolehan suara capres-cawapres.
"Ya tentu tadi datang untuk berbicara tentang situasi, semua sependapat bahwa kita menunggu hasil resmi dari KPU. Nah itu aja, bahwa tentu (quick count) kita liat sebagai suatu perhitungan awal," kata JK di Brawijaya 6, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (14/2/2024).
Menurut JK, AMIN sepakat menunggu hasil rekapitulasi perhitungan suara resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). "Jadi kesimpulannya menunggu hasil rapat KPU. Baru teman-teman itu mengambil sikap," ujar dia.
Perihal hasil quick count atau hitung cepat pasangan capres dan cawapres nomor urut dua Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang mencapai 50 persen, dia menyebut itu hasil sementara.
"Quick count itu adalah perhitungan sementara dengan contoh-contoh, dengan dasar katakanlah 1.000-2.000 TPS. Tapi selanjutnya tunggu perhitungan yang benar-benar," ucap JK.
Hanya Bercerita
Meski begitu, JK menyatakan Anies maupun Cak Imin tak meminta apa-apa kepadanya. Anies dan Cak Imin, ujar JK hanya bercerita.
"Nggak, nggak minta apa-apa. Saya tidak bisa berbuat apa-apa, bukan pihak yang menentukan sikap, yang menentukan sikap ya capres sendiri dan partai pendukungnya," ujar JK.
Adapun Anies-Cak Imin meninggalkan kediaman JK sekira pukul 18.18 WIB. Cak Imin menggunakan mobil Alphard dan Anies dengan Innova.
Diketahui, Anies Baswedan dan Cak Imin meninggalkan rumah pemenangan AMIN di Jalan Diponegoro 10, Jakarta Pusat usai memantau quick count pada Rabu sore. Keduanya pergi secara terpisah menggunakan mobil masing-masing menuju kediaman JK di Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan.
Reporter:Â Nur Habibie/Merdeka
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4559825/original/030106400_1693554228-Infografis_SQ_Ragam_Tanggapan_Geger_Kabar_Duet_Anies-Cak_Imin_dan_Tudingan_Khianat.jpg)
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358245/original/052346800_1790327542-HOAX__24_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358342/original/058812500_1790333709-cek_fakta_-_bantuan_bibit_ayam_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316388/original/075760100_1785924799-cek_fakta_-_cpns_kementerian_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317863/original/052285500_1786075641-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-07T110613.668.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4707639/original/080323100_1704520115-IMG-20240106-WA0016.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)