Atasi Gap Suara Ganjar di Jabar, Koalisi Intensifkan Kampanye Tandem Caleg-Capres

Ketua Majelis Pertimbangan DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy mengatakan partai pengusung Ganjar Pranowo akan mengintensifkan kampanye tandem antara Ganjar dengan para calon anggota legislatif (caleg) dari parpol koalisi.

Diterbitkan 30 September 2023, 05:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Ketua Majelis Pertimbangan DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy mengatakan partai pengusung Ganjar Pranowo akan mengintensifkan kampanye tandem antara Ganjar dengan para calon anggota legislatif (caleg) dari parpol koalisi.

Pasalnya, berdasarkan hasil survei LSI Denny JA disampaikan bahwa elektabilitas Ganjar Pranowo di Jawa Barat masih berada di bawah capres Prabowo Subianto.

"Seluruh caleg koalisi sudah diinstruksikan untuk kampanye tandem dengan Ganjar dalam sosialisasinya. Intensifikasi kampanye antara caleg dan capres yang kami lakukan," kata Romahurmuziy dikutip dari siaran pers, Jumat (29/9/2023).

Kendati begitu, dia tak mau ambil pusing terkait hasil survei yang menyebutkan elektabilitas Ganjar masih kalah dibandingkan Prabowo di wilayah Jawa Barat. Romy menilai pertarungan pilpres 2024 baru saja dimulai, karena Ganjar baru 5 September lalu "bebas bergerak".

"Ganjar selama ini terbatasi dengan geografis 'Jateng', namun survei-survei mutakhir menunjukkan kalau elektabilitas Ganjar mulai 'rebound' setelah yang bersangkutan keliling Indonesia," jelasnya.

Romahurmuziy mengingatkan bahwa salah satu kelebihan Ganjar dibandingkan kandidat lain adalah stamina. Oleh karena itu, parpol koalisi Ganjar akan mendorong Ganjar keliling Indonesia menyapa masyarakat di berbagai wilayah.

"Kami 'push' agar GP menyapa langsung lebih banyak titik. Karena "sudah bebas" keliling Indonesia bukan hanya di akhir pekan," tutur dia.

Hal senada juga dikatakan Ketua DPP PPP Achmad Baidowi. Dia menuturkan pertarungan pilpres 2024 bukan hanya berlaku di wilayah Jabar, namun secara nasional. Semua daerah merupakan "kunci" kemenangan bagi Ganjar.

"Maka yang dilakukan kami adalah bagaimana memaksimalkan suara Pak Ganjar di semua provinsi untuk menutup kekurangan di Jabar," pungkas Baidowi.

Dia menegaskan bahwa koalisi tidak ingin Ganjar hanya menang di Jabar lalu kalah di 37 provinsi lainnya. Untuk itu, strategi pemenangan Ganjar adalah perspektif Indonesia, bukan perspektif provinsi semata.

"Kalau hanya menang di Jabar lalu di 37 provinsi lain kalah, kan tidak bisa dilantik (menjadi presiden). Sebaliknya, menang di 37 provinsi lalu hanya kalah di Jabar maka akan dilantik," ujar Baidowi.

Prabowo Unggul di Jabar atas Anies dan Ganjar

Sebagai informasi, hasil survei LSI Denny JA menyebutkan bahwa elektabilitas Prabowo di wilayah Jabar masih memimpin dibandingkan Ganjar Pranowo maupun Anies Baswedan, baik dalam simulasi perorangan maupun pasangan.

Untuk perseorangan, elektabilitas Prabowo Subianto sebesar 46,1 persen, namun saat berpasangan dengan Erick Thohir menjadi 43,4 persen. Di urutan kedua, Anies Baswedan memperoleh 29,3 persen, lalu saat berpasangan dengan Muhaimin Iskandar menjadi 25,5 persen.

Sementara itu elektabilitas Ganjar dalam simulasi tersebut sebesar 18,4 persen. Namun saat simulasi berpasangan dengan Ridwan Kamil, elektabilitasnya mencapai 24,8 persen dan ketika berpasangan dengan Sandiaga Uno naik menjadi 20 persen.