Liputan6.com, Jambi - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jambi telah memproses sejumlah laporan dugaan money politic usai pemilihan gubernur dan wakil gubernur 9 Desember 2015. Laporan itu berasal dari 2 pasang calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur.
"Masing-masing tim dari 2 paslon melayangkan laporan atas dugaan money politic. Namun setelah gelar perkara, 2 laporan dari kedua tim pasl‎on tidak terbukti karena tidak memenuhi unsur," ujar Ketua Bawaslu Jambi Ribut Suwarsono di Jambi, Senin (14/12/2015).
Bawaslu Jambi menerima laporan dugaan politik uang di kawasan Kenali, Kota Jambi yang dilakukan tim paslon nomor urut 2 Zumi Zola-Fachrori Umar. Laporan ini dilayangkan tim pasangan calon nomor urut 1, Hasan Basri Agus-Edi Purwanto.
Laporan money politic juga dilayangkan tim paslon Zumi Zola-Fachrori yakni dugaan bagi-bagi sembako oleh tim Hasan Basri Agus-Edi Purwanto di Desa Mestong dan Sembubuk, Kabupaten Muarojambi.
Baca Juga
- Partisipasi Pemilih di Jambi Turun, Ini Penyebabnya
- Bawaslu Jambi Terima 16 Laporan Dugaan Pelanggaran Pilkada
- Firasat Istri Jelang Kemenangan Zumi Zola di Pilkada Jambi
Ribut mengatakan, Bawaslu Jambi juga kembali menerima laporan dugaan money politic ‎yang dilayangkan paslon nomor urut 1, Hasan Basri Agus-Edi Purwanto.
"Dalam hal ini terlapor adalah paslon Zumi Zola-Fachrori Umar. Laporan ini tengah kami kaji, bentuk laporannya yakni dugaan money politic," kata Ribut.
‎Selama proses pilkada di Jambi, Bawaslu menyatakan, ada 16 laporan dugaan pelanggaran yang masuk.
Jumlah laporan itu terdiri dari 3 laporan dugaan money politic atau politik uang, 10 laporan pelanggaran administrasi, 1 laporan soal kode etik, dan 2 laporan soal kedisiplinan PNS.‎
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350433/original/029287200_1789615728-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-17T102714.549.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5491146/original/066985700_1770086696-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-03T094228.234.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354030/original/018131800_1789992594-cek_fakta_KM_Virgo_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4769936/original/006475700_1710237097-bank_papua_hoaks.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/688982/original/ilustrasi-politik-uang-140609-andri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5010796/original/017006400_1731931573-20241117_084948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)