General Motors Digugat Pemilik Chevrolet dan GMC

General Motors (GM) menghadapi gugatan class action di Amerika Serikat yang menuding adanya cacat pada

Diterbitkan 04 Oktober 2026, 09:13 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - General Motors (GM) menghadapi gugatan class action di Amerika Serikat yang menuding adanya cacat pada transmisi continuously variable transmission (CVT) yang digunakan sejumlah model Chevrolet dan GMC.

Gugatan tersebut diajukan John Williams di Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Distrik Delaware pada September 2026. Berdasarkan catatan perkara, kasus ini terdaftar dengan nomor 1:26-cv-01162 dan mencantumkan GM sebagai tergugat.

Dilansir dari Carscoops, Minggu (4/10/2026), gugatan menyebut masalah transmisi tersebut dapat menyebabkan sejumlah gejala, mulai dari perpindahan yang kasar, selip, getaran, hingga keterlambatan respons akselerasi.

Dalam kondisi tertentu, gugatan juga menuding kerusakan dapat menyebabkan kendaraan kehilangan tenaga penggerak secara tiba-tiba.

Gugatan tersebut mencakup sejumlah kendaraan yang menggunakan transmisi CVT. Model yang disebut antara lain Chevrolet Malibu model 2019-2025, Chevrolet Trailblazer model 2021-2025, Chevrolet Equinox model 2024 hingga sekarang, dan GMC Terrain model 2024 hingga sekarang

Menurut isi gugatan, komponen yang dipersoalkan meliputi clutch regulator, valve body, rantai penggerak, puli, serta bearing pada sistem transmisi. Penggugat menilai persoalan pada komponen tersebut dapat memicu kerusakan CVT sebelum waktunya.

Dalam skenario yang disebutkan dalam gugatan, pengemudi dapat merasakan transmisi mulai selip atau bergetar, disusul respons akselerasi yang terlambat.

Gugatan juga menyebut kemungkinan hilangnya gigi maju hingga kehilangan tenaga penggerak ketika kendaraan sedang digunakan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kehilangan tenaga secara mendadak ketika mobil melaju di jalan raya berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan.

John Williams, yang menjadi penggugat utama, menceritakan masalah yang dialaminya pada Chevrolet Equinox 2025.

Williams membeli kendaraan tersebut pada Oktober 2024. Menurut keterangan dalam perkara, gejala mulai muncul ketika mobil telah menempuh sekitar 7.000 mil atau sekitar 11.200 kilometer.

Saat itu, Williams mengaku mulai merasakan perpindahan yang kasar serta respons akselerasi yang terlambat.

Masalah tersebut kemudian dilaporkan kepada diler ketika odometer menunjukkan sekitar 14.000 mil atau hampir 22.500 kilometer.

Namun, menurut gugatan, pemeriksaan diler tidak langsung mengarah pada sistem transmisi CVT. Teknisi disebut mendiagnosis adanya masalah pada as roda depan atau front axle dan kemudian mengganti komponen tersebut.

Setelah penggantian dilakukan, Williams menyebut persoalan pada kendaraan masih berlanjut.

Gugatan tersebut juga merujuk pada sejumlah laporan pemilik kendaraan yang masuk ke National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), badan keselamatan lalu lintas Amerika Serikat.

Setidaknya terdapat 358 laporan keluhan yang berkaitan dengan transmisi atau powertrain pada empat model yang disebut dalam perkara tersebut, menurut laporan yang mengutip data NHTSA.

Jumlah tersebut merupakan bagian dari total laporan terkait empat model kendaraan yang disebutkan dalam gugatan. Data tersebut menjadi salah satu materi yang dirujuk penggugat dalam mendukung klaim mengenai adanya persoalan pada transmisi CVT.

 

GM Dituding Sudah Mengetahui Masalah Sejak 2021

Selain mempersoalkan konstruksi transmisi, gugatan juga memuat tuduhan bahwa GM telah mengetahui potensi kegagalan CVT lebih awal.

Penggugat menuding GM telah mengetahui risiko kerusakan transmisi secara prematur sejak 2021 atau bahkan sebelumnya. Gugatan juga menuduh produsen tidak memberikan penanganan yang dinilai memadai terhadap persoalan tersebut.

Dalam sejumlah kasus yang disebutkan, pemilik kendaraan diklaim mendapat penjelasan bahwa karakter transmisi yang terasa kasar masih merupakan kondisi normal atau kendaraan beroperasi sesuai peruntukannya.

Gugatan turut menyebut adanya sejumlah technical service bulletin (TSB) dan preliminary information bulletin yang berkaitan dengan persoalan transmisi. Namun, pihak penggugat menilai langkah tersebut belum menyelesaikan akar masalah yang mereka keluhkan.

Perlu dicatat, seluruh tuduhan tersebut masih merupakan dalil yang diajukan penggugat dalam perkara perdata dan belum menjadi putusan pengadilan. Hingga perkara berjalan, klaim mengenai cacat transmisi maupun pengetahuan GM atas masalah tersebut masih harus dibuktikan dalam proses hukum.

Melalui gugatan class action tersebut, Williams meminta perkara diproses dengan persidangan oleh juri.

Penggugat juga menuntut ganti rugi atas kerugian yang diklaim timbul akibat masalah kendaraan, termasuk biaya perbaikan dan kerugian lain yang berkaitan dengan dugaan cacat transmisi.

Catatan pengadilan menunjukkan perkara tersebut telah resmi terdaftar di Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Distrik Delaware pada 15 September 2026. Pada 16 September 2026, pengadilan juga mencatat penerbitan surat panggilan kepada General Motors LLC.

Dengan demikian, perkara ini masih berada dalam proses hukum dan belum terdapat putusan yang menyatakan bahwa transmisi CVT pada seluruh kendaraan yang disebut dalam gugatan terbukti cacat.