Perusahaan Indonesia Bidik Bisnis Otomotif di Malaysia dan Singapura

Perusahaan Indonesia melakukan ekspansi bisnis di sektor otomotif ke negara tetangga, Malaysia hingga Singapura

Diterbitkan 24 Agustus 2026, 18:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan asal Indonesia, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), memperluas bisnisnya ke sektor otomotif dengan rencana mengakuisisi bisnis Cycle & Carriage di Malaysia dan Singapura.

Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi Chandra Asri Group untuk memperkuat bisnis mobilitas sekaligus memperluas jejak perusahaan di kawasan Asia Tenggara.

Mengutip laman Paultan, Senin (24/8/2026), Chandra Asri Pacific telah menandatangani Conditional Sales and Purchase Agreement (CSPA) untuk mengambil alih bisnis otomotif Cycle & Carriage.

Nilai transaksi yang dilaporkan mencapai 265 juta dolar Singapura atau sekitar Rp 844 miliar. Namun, penyelesaian transaksi masih bergantung pada persetujuan dari sejumlah prinsipal otomotif serta pemenuhan persyaratan yang berlaku.

Cycle & Carriage bukan pemain baru di industri otomotif Asia Tenggara. Perusahaan tersebut memiliki sejarah panjang sejak 1899 dan saat ini menjalankan bisnis distribusi serta layanan berbagai merek kendaraan di Malaysia dan Singapura.

Di Malaysia, Cycle & Carriage dikenal memiliki hubungan panjang dengan Mercedes-Benz yang telah berlangsung sekitar 75 tahun.

Selain Mercedes-Benz, perusahaan tersebut juga menangani sejumlah merek kendaraan lain, seperti Fuso, Peugeot, Leapmotor, dan Kia.

Bagi Chandra Asri, rencana akuisisi ini bukan sekadar upaya memperluas portofolio bisnis. Perusahaan ingin menjadikan Cycle & Carriage sebagai bagian dari ekosistem yang menghubungkan sektor energi, infrastruktur, dan mobilitas di Asia Tenggara.

Presiden Direktur dan CEO Chandra Asri Group, Erwin Ciputra, mengatakan Cycle & Carriage memiliki sejarah kuat, merek terpercaya, serta tim yang berpengalaman.

Menurut Erwin, bisnis tersebut masih memiliki peluang untuk dikembangkan lebih jauh melalui sinergi dengan ekosistem Chandra Asri yang telah terbentuk.

Chandra Asri juga menyatakan akan mempertahankan identitas, kapabilitas, hubungan dengan pelanggan dan prinsipal otomotif, manajemen, serta sumber daya manusia Cycle & Carriage yang telah terbentuk.

“Kami berpandangan bahwa Cycle & Carriage akan berada pada posisi yang baik dalam ekosistem Chandra Asri Group untuk memanfaatkan sinergi dan peluang kolaborasi yang dapat memperkuat daya saing dan mendukung pertumbuhan di masa depan,” ujar Erwin.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa proses transisi nantinya diarahkan untuk tetap mempertahankan fondasi bisnis Cycle & Carriage yang sudah berjalan.

Perubahan Arah Bisnis

Di sisi lain, Jardine Cycle & Carriage menyebut transaksi ini memungkinkan grup untuk merealisasikan nilai dari bisnis Cycle & Carriage. Dana hasil penjualan juga akan digunakan untuk membantu mengurangi utang perusahaan.

Rencana akuisisi Cycle & Carriage sekaligus memperlihatkan perubahan arah bisnis Chandra Asri yang tidak lagi hanya berfokus pada sektor energi dan petrokimia.

Dengan masuk lebih jauh ke sektor mobilitas, perusahaan asal Indonesia tersebut berupaya membangun platform bisnis regional yang mencakup rantai nilai otomotif di Asia Tenggara.

Jika transaksi berhasil diselesaikan, akuisisi Cycle & Carriage akan menjadi langkah penting bagi Chandra Asri dalam memperluas bisnis di sektor mobilitas sekaligus memperkuat posisi perusahaan Indonesia di pasar Asia Tenggara.

Kata kunci: Chandra Asri, Chandra Asri akuisisi Cycle & Carriage, Cycle & Carriage, otomotif Malaysia, otomotif Singapura, Mercedes-Benz, TPIA, bisnis otomotif Asia Tenggara