Pemerintah Bakal Uji Kendaraan Hidrogen pada Juli 2026

Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) siap melakukan uji jalan kendaraan hidrogen mulai Juli 2026

Diterbitkan 12 Februari 2026, 15:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bakal mulai melakukan uji jalan atau road test kendaraan berbasis hidrogen pada Juli 2026. Hal tersebut, akan bersamaan dengan acara Global Hydrogen Ecosystem Summit (GHES) 2026.

Acara ini (GHES) juga akan dihadirkan berbagai program utama, seperti konferensi, business matching, hydrogen road test, dan hydrogen vehicle test drive,” ujar Wakil Menteri ESDM Yuliot, disitat dari Antara, Kamis (12/2/2026).

Pengujian kendaraan hidrogen ini, bakal melibatkan berbagai model seperti bus, mobil dan sepeda motor yang telah dikonversi.

Selain itu, rangkaian uji coba ini juga merupakan upaya pemerintah untuk meyakinkan para pemangku kepentingan terkait pengembangan industri hidrogen di Tanah Air.

Keinginan pemerintah untuk mengembangkan ekosistem hidrogen di Indonesia melebihi penggunaan hidrogen di industri pupuk. Yuliot mengatakan ingin ekosistem hidrogen di Indonesia merambah sektor transportasi.

Pemerintah Indonesia telah menetapkan hidrogen dan amonia sebagai Sumber Energi Baru strategis melalui Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2025, dengan proyeksi kontribusi hidrogen sekitar 10–12 persen terhadap energi primer nasional pada tahun 2060.

Saat ini, pemanfaatan hidrogen di Indonesia masih didominasi sektor industri pupuk dan kilang minyak, dengan konsumsi nasional sekitar 1,75 juta ton per tahun.

Dengan demikian, penyelenggaraan GHES 2026 diarahkan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pengembangan hidrogen dan amonia sebagai bagian dari agenda transisi energi nasional dan pencapaian Net Zero Emission tahun 2060 atau lebih cepat.

China Sukses Produksi 30 Ribu Unit Mobil Hidrogen, Komponen Lokalnya 70 Persen

China merilis laporan Hydrogen Fuel Cell Vehicle Industrialization Development Report (2025), yang memberikan gambaran komprehensif tentang perkembangan industri kendaraan hidrogen.

Dalam peluncuran laporan tersebut, Akademisi Yi Baolian dari Chinese Academy of Engineering mengatakan, lebih dari 70 persen komponen inti dari mobil hidrogen ini telah diproduksi di dalam negeri, dan mencerminkan kapasitas manufaktur domestik yang semakin berkembang untuk teknologi mobil hidrogen.

Selain itu, dilaporkan juga terkait tantangan yang masih terus berlangsung untuk pengembangan mobil hidrogen, seperti biaya, daya tahan material, dan infrastruktur pengisian ulang hidrogen yang belum merata.

Sementara itu, menurut data dari China Association of Automobile Manufacturers dan analisis eksternal, sepanjang 2024 produksi kendaraan hidrogen mencapai 5.548 unit, dengan penjualan 5.405 unit. 

Pada awal 2025, sebanyak 1.364 unit diproduksi dan 1.373 unit terjual dalam paruh pertama tahun, namun angka ini turun sekitar 47 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Total armada nasional kendaraan hidrogen tercatat sekitar 30.000 unit, di bawah target awal 50.000 unit yang ditetapkan pemerintah, menunjukkan tantangan dalam memperluas produksi dan adopsi pasar.