Jaga Citra Merek, BYD Luncurkan Sub-Brand Linghui di Pasar China

BYD dilaporkan tengah menyiapkan sub-brand baru bernama Linghui untuk memisahkan kendaraan yang banyak digunakan di layanan taksi online dan ride-hailing dari jajaran produk utamanya

Diterbitkan 13 Januari 2026, 18:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Raksasa otomotif asal China, BYD, mengambil langkah strategis baru untuk menghadapi persaingan pasar domestik yang kian kompetitif. Perusahaan tersebut dikabarkan tengah menyiapkan sub-brand anyar bernama Linghui, yang akan difokuskan untuk segmen tertentu di pasar otomotif Negeri Tirai Bambu.

Rencana kehadiran Linghui terungkap melalui dokumen resmi yang diajukan BYD ke Kementerian Industri dan Teknologi Informasi China (MIIT).

Dalam dokumen tersebut tercantum logo Linghui beserta daftar model awal yang akan dipasarkan menggunakan identitas merek baru tersebut.

Langkah ini dinilai sebagai respons BYD terhadap persepsi konsumen yang selama ini mengaitkan merek tersebut dengan kendaraan operasional ride-hailing dan armada taksi online.

Sejumlah model BYD, seperti e5 dan e7, memang dikenal luas sebagai kendaraan pilihan layanan transportasi berbasis aplikasi maupun jasa sewa.

Mengutip laman CarNewsChina, tingginya populasi mobil-mobil tersebut di jalanan membuat sebagian konsumen mulai memandang BYD sebagai merek yang lebih bersifat “utilitarian”.

Persepsi ini dikhawatirkan dapat memengaruhi daya tarik model-model BYD yang diposisikan di segmen lebih tinggi atau untuk konsumen pribadi.

Sebagai solusi, BYD mendaftarkan empat model awal di bawah sub-brand Linghui, yakni Linghui e5, Linghui e7, Linghui e9, dan Linghui M9.

Keempatnya sejatinya merupakan model yang sudah eksis, namun akan dipasarkan ulang dengan identitas dan penamaan berbeda.

Meski tetap memanfaatkan platform serta komponen dari kendaraan BYD yang telah ada, model-model Linghui akan dikemas dengan pendekatan desain dan strategi branding tersendiri.

Dengan demikian, lini ini dapat lebih mudah dipisahkan dari brand utama BYD di mata konsumen.

Upaya Jaga Citra

Strategi serupa sebelumnya juga dilakukan pabrikan China lain, seperti Geely, yang menggunakan sub-brand Maple untuk kendaraan ride-hailing.

Langkah tersebut dinilai efektif dalam menjaga citra merek utama agar tetap dipersepsikan sebagai brand yang lebih premium.

Melalui kehadiran Linghui, BYD berharap dapat mempertahankan citra merek utamanya sekaligus menstabilkan permintaan kendaraan pribadi, di tengah persaingan pasar otomotif domestik dan global yang semakin ketat.