Mengenal G-ASD, Sistem Bantuan Mengemudi Terbaru dari Geely

Geely meluncurkan sistem bantuan mengemudi generasi selanjutnya yang diberi nama G-ASD dalam ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026 di Las Vegas

Diterbitkan 08 Januari 2026, 15:14 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Geely meluncurkan sistem bantuan mengemudi generasi selanjutnya yang diberi nama G-ASD dalam ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026 di Las Vegas, Amerika Serikat. Sistem tersebut dikembangkan oleh anak perusahaan Geely yang didukung oleh Mercedes-Benz. 

Sistem bantuan mengemudi Geely sedang dikembangkan oleh Afari Technology yang berbasis di Chongqing, Tiongkok. Perusahaan tersebut merupakan anak dari Lifan Group milik Geely yang berfokus pada strategi “AI+Auto”. 

Disitat dari laman Carnewschina, Mercedes-Benz belum lama ini mengakuisisi 3 persen saham Afari Technology senilai 1,34 miliar yuan atau sekitar 192 juta USD. 

Sistem bantuan mengemudi tersebut diungkapkan oleh Afari Technology yang dikenal dengan G-Pilot dengan menawarkan lima sistem varian mengemudi cerdas, yaitu H1, H3, H5, H7, dan H9.

Namun, pada 6 Januari lalu,  produsen mobil dari Tiongkok  itu mengumumkan era 2.0 dari teknologi tersebut yang berbasis pada World Action Model (WAM) dan mengadopsi nama baru. 

Nama terbaru dari sistem bantuan mengemudi generasi terbaru Geely, yaitu G-ASD yang merupakan singkatan dari Geely Afary Smart Driving.

Fitur utamanya, yaitu World Action Model (WAM) yang memiliki kemampuan refleksi diri dan evolusi. Perangkat keras yang ada pada sistem G-ASD ini sama persis dengan pendahulunya, G-Pilot. 

Sistem G-ASD H7 menggunakan 31 sensor dan chip Nvidia Drive Thor, yang memiliki daya komputasi 700 TOPS. Sistem G-ASD H9 mengadopsi dua SoC Thor untuk 1.400 TOPS. 

Melalui hal tersebut, Geely bertujuan untuk meluncurkan fungsi L3 berkecepatan tinggi dan L4 berkecepatan rendah tahun ini, yang memungkinkan operasi robotaxi.

 

 

Lebih Lanjut Soal G-ASD

WAM dibangun atas sistem AI 2.0 domain Geely dengan arsitektur teknis berbasis platform yang terstandarisasi. Dengan manfaat utama meliputi konten modulus, pengalaman yang lebih otonom, dan produk yang kolaboratif. 

Model tersebut juga memastikan pemahaman yang konsisten tentang jarak, kecepatan, perilaku objek, dan akal sosial yang mirip dengan manusia. 

WAM memungkinkan mobil mendapatkan informasi dari berbagai sumber, termasuk data web, data interaksi kokpit, dan data bus CAN.

Mobil dapat melakukan tindakan di area kontrol powertrain, kontrol sasis dan driveline, kontrol bodi dan elektronik, serta kontrol kokpit. Model berbasis cloud ini memiliki lebih dari 100 miliar parameter.

Lebih lanjut  fitur terbarunya adalah parkir D2D yang memungkinkan mobil untuk secara otomatis menavigasi melalui garasi parkir bawah tanah di berbagai lantai dan bundaran.

Tak hanya itu, fitur ini juga memungkinkan mengenali gerbang jalan raya dan gerbang tempat parkir.