Kenali Penyebab dan Cara Mengatasi Suara Ngelitik pada Motor Matic

Suara ngelitik atau “knocking” pada mesin motor matic kerap terdengar dan bisa mengindikasikan sejumlah kondisi mesin yang perlu diperhatikan.

Diterbitkan 29 Desember 2025, 11:36 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Para pemilik motor matic pasti pernah mendengar suara mesin yang terdengar seperti “ngelitik” ketika digas, terutama saat akselerasi atau beban berat. Suara ini bukan sekadar bunyi yang unik, tetapi seringkali menjadi sebuah tanda bahwa sesuatu yang tidak ideal pada kerja mesin.

Suara ngelitik atau yang biasa dikenal dengan knocking dapat muncul karena berbagai faktor, mulai campuran bahan bakar yang kurang tepat, penggunaan bahan bakar dengan kualitas rendah, hingga pengaturaan mesin yang tidak optimal.

Kondisi mesin ngelitik terjadi ketika pembakaran di ruang bakar tidak berlangsung secara halus dan terkoordinasi, sehingga menimbulkan ledakan kecil yang tidak seirama dengan putaran normal mesin.

Dilansir wahanahonda.com, Senin (29/12/2025), pada motor matic, fenomena ini bisa lebih terasa saat pengendara menambah beban atau akselerasi, karena tekanan dan suhu di ruang bakar meningkat.

Suara ngelitik yang dibiarkan berlarut-larut dapat mempengaruhi pada performa mesin secara keseluruhan dan menggau efisiensi konsumsi bahan bakar. Oleh karena itu, mengenali penyebabnya sejak awal dapat membantu pemilik motor mengambil tindakan cepat dan tepat.

Selain itu, mengetahui kapan suara tersebut dapat muncul, misalnya hanya ketika berakselerasi ringan, beban penuh, atau suhu mesin sudah panas dapat membantu mempersempit sumber masalah.

Tidak semua suara ngelitik berarti kerusakan serius, namun Sebagian besar menunjukan kondisi kerja mesin tidak idel. Dengan pemahaman yang tepat, pengendara motor matic dapat menentukan langkah perbaikan atau pemerikasaan yag diperlukan untuk menjaga mesin tetap prima.

Penyebab Umum Suara Ngelitik pada Mesin Matic

Salah satu faktor utama munculnya suara ngelitik adalah pada kualitas bahan bakar yang digunakan. Bahan bakar dengan oktan rendah atau kualitas buruk cenderung mudah untuk terbakar lebih cepat dari yang sudah diatur oleh ECU, sehingga hal ini dapat memicu percikan api terjadi sebelum waktu yang ideal.

Hal ini dapat memicu ledakan premature di ruang bakar dan akan menghasilkan suara ngelitik.

Selain itu, campuran udara dan bahan bakar yang tidak tepat juga dapat menyebabkan fenomena yang sama. Jika rasio campuran terlalu “kaya” atau terlalu “mager”, pembakaran tidak akan berlangsung sempurna dan dapat menimbulkan tekanan yang tidak seimbang di dalam silinder.

Perubahan komponen seperti busi, injektor yang kotor, atau sensor oksigen yang mulai tidak akurat juga turut memengaruhi proses pembakaran.

Dampak Panas Mesin dan Setelan Mesin yang Kurang Tepat

Mesin yang bekerja pada suhu terlalu tinggi atau sistem pendinginan kurang optimal juga dapat memicu suara ngelitik. Suhu tinggi dapat mempercepat penguapan bahan bakar sebelum waktunya, sehingga pembakaran menjadi tidak sinkron dengan putaran piston.

Ini umum terjadi ketika kendaraan sering dipacu dalam kondisi lalu lintas padat atau medan berat tanpa jeda istirahat yang cukup.

Selain itu, setelan mesin yang tidak ideal berpengaruh pada waktu pengapian yang terlalu maju, hal ini bisa menyebabkan percikan terjadi sebelum piston mencapai titik kompresi atas. Kondisi ini akan memicu suara ngelitik, dan jika dibiarkan terus dapat mempercepat keasuan komponen mesin seperti piston, silinder, dan bantalan.

Untuk mencegah munculnya suara ngelitik, pemilik motor matic disarankan untuk menggunakan bahan bakar dengan oktan yang sesuai dari rekomendasi pabrikan. Penggunaan bahan bakar beroktan lebih tinggi dapat mengurangi peluang terjadinya pembakaran prematur di ruang bakar.

Rutin utnuk memeriksa dan membersihkan filter udara, busi, atau injektor juga membantu menjaga rasio bahan bakar tetap ideal.

Pengecekan berkala di bengkel resmi sangat dianjurkan, terutama jika suara ngelitik mulai muncul secara konsisten. Teknisi dapat memeriksa waktu pengapian, kondisi sensor, dan sistem pendinginan untuk menemukan akar masalah secara cepat.

Pemeriksaan rutin juga dapat membantu menjaga efisiensi mesin dan kenyamanan ketika berkendara secara keseluruhan.