Pagani Batal Luncurkan Hypercar Listrik, Mesin V12 Masih Jadi Pilihan

Pagani membatalkan pengembangan hypercar listrik karena tidak ada minat dari pelanggannya, meskipun sudah bekerja sama dengan Mercedes-AMG dan menginvestasikan banyak dana.

Diterbitkan 21 Juli 2025, 06:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Produsen supercar asal Italia, Pagani, resmi membatalkan rencana peluncuran kendaraan listrik murni (EV) setelah mendapat tanggapan negatif dari konsumennya. Menurut perusahaan, tidak ada minat sama sekali terhadap hypercar bertenaga listrik yang sebelumnya dirancang sebagai varian dari Pagani Utopia.

Dalam wawancara dengan CarBuzz, juru bicara Pagani, Sebastian Berridi, menjelaskan bahwa pengembangan Utopia versi listrik telah dimulai delapan tahun lalu. Tim khusus bahkan telah dibentuk untuk proyek ini, dengan dukungan teknologi dari Mercedes-AMG. Namun, setelah ditawarkan kepada para diler dan pelanggan, hasilnya nihil.

“Kami menunjukkan konsep tersebut kepada diler dan konsumen, tetapi tidak ada yang menunjukkan ketertarikan. Karena kami adalah perusahaan keluarga, kami harus membatalkan proyek kendaraan listrik itu,” ujar Berridi.

Pagani mengakui telah menginvestasikan biaya riset dan pengembangan yang besar, tetapi tetap menghentikan proyek demi menjaga kelangsungan finansial perusahaan.

Mesin Konvensional Masih Jadi Andalan

Meskipun tren elektrifikasi tengah berkembang di industri otomotif, Pagani memilih tetap mempertahankan mesin V12 dari AMG yang telah memenuhi standar legalisasi hingga tahun 2030 di Eropa dan 2032 di California, Amerika Serikat.

“Mesin V12 adalah bentuk perayaan rekayasa mekanikal yang dibutuhkan pelanggan kami. Tidak ada rencana untuk meninggalkannya dalam waktu dekat,” tambah Berridi.

Ia juga menyebut bahwa Pagani tidak pernah mempertimbangkan membuat model hybrid, karena kompleksitas teknologi dan ketidaksesuaian dengan nilai-nilai merek.

Minat Hypercar Listrik Masih Rendah

Kegagalan menjual mobil listrik tidak hanya dialami Pagani. Sejumlah produsen supercar lainnya juga menghadapi tantangan serupa. Koenigsegg menyebut minat terhadap hypercar listrik masih sangat rendah, sementara Rimac mengaku belum menjual habis seluruh 150 unit mobil listrik Nevera meski telah mencetak berbagai rekor performa.

Sementara itu, Maserati membatalkan rencana produksi MC20 versi listrik. Ferrari dan Lamborghini juga menunda peluncuran model EV mereka karena lemahnya permintaan pasar.

Performa Tinggi Saja Tidak Cukup

Kendati kendaraan listrik menawarkan performa tinggi, konsumen supercar dinilai tetap mencari sensasi berkendara yang otentik, seperti suara mesin, perpindahan gigi manual, hingga estetika mekanis yang sulit ditandingi oleh kendaraan listrik.

Situasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi para produsen supercar, terutama dalam menyeimbangkan antara tuntutan inovasi teknologi dan keinginan pasar yang masih mempertahankan pengalaman berkendara tradisional.

Infografis Selamat Datang Era Mobil Listrik di Indonesia

  • liputan6
    Mobil listrik, mobil yang digerakkan dengan motor listrik,pakai energi listrik yang disimpan dalam baterai atau tempat penyimpan energi lain
    Mobil Listrik
  • liputan6
    Listrik adalah daya atau kekuatan yang dapat digunakan untuk menghasilkan panas, cahaya, atau untuk menjalankan suatu mesin.
    Listrik
  • Pagani
  • Pagai Utopia