Sukses

Remap ECU untuk Mobil Harian Bisa Dongkrak Performa, Tapi Jangan Sembarangan

Liputan6.com, Jakarta - Untuk memberikan performa yang lebih mumpuni pada kendaraan, salah satu cara yang bisa ditempuh adalah dengan melakukan penyetingan ulang komponen Electronic Control Unit (ECU).

Dalam pengaplikasiannya, biasanya remap ECU digunakan pada beberapa mobil balap agar performa menjadi lebih maksimal. Namun, hal tersebut rupanya juga bisa diterapkan pada mobil harian yang menginginkan akselerasi yang lebih baik dari setingan pabrikan.

Sebelum melakukan remap ECU, ada beberapa hal yang harus dipahami terlebih dahulu, salah satunya adalah tujuan yang didapat dari melakukan hal tersebut.

Arce Meyer, tuner dari Whooosah Tuning, membeberkan beberapa hal terkait remap ECU pada mobil harian. Menurutnya, dalam penyetingan ulang itu mobil harus berada di alat dyno agar hasilnya lebih maksimal.

"Ya sebenarnya enggak masalah mobil harian tapi diremap ECU, itu juga bagus. Asalkan saat itu, data yang dipakai tidak copy paste, tapi harus menggunakan alat dyno test. Sehingga kebutuhan mesin mobil ini dapat terpenuhi dengan maksimal atau sempurna," jelas Arce, kepada Liputan6.com.

Ia juga menambahkan, dalam melakukan remap ECU tidak bisa mengambil data dari mobil A untuk mobil B. Karena, pengolahan data tersebut tidak akan maksimal lantaran dibedakan atas beberapa hal.

"Sekarang ini yang banyak terjadi mereka punya data mobil A, yang udah porting atau kompresinya kurang bagus. Lalu dipaste ke mobil yang standar, nah itu banyak kejadian akan merusak mobil, jadi kalau bisa jangan mengimpor data, tapi dilakukan benar-benar sesuai kebutuhan mesin mobil tersebut," tambah Arce.

 

2 dari 3 halaman

Tujuan Remap ECU Mobil

Adapun remap ECU tersebut adalah melakukan penyetingan ulang untuk beberapa keperluan mesin. Salah satu contohnya, dalam proses remap ECU hal yang bisa disesuaikan kembali mulai dari merubah diagram yang ada di dalam komponen tersebut.

Salahs satunya adalah menggeser posisi timing, lalu bisa juga untuk mengatur tingkat oksigen, masuknya bahan bakar ke ruang mesin, serta penyesuaian sistem pengapian.

Lantas, setelah melakukan penyetingan ulang ECU pada mobil harian apa dampak yang dapat dirasakan? Dalam hal ini, Arce, membeberkan bahwa setelah remap tersebut tenaga yang dihasilkan secara otomatis akan lebih maksimal namun dengan konsekuensi.

"Yang pasti untuk remap ini orang pingin mobil lebih kencang, otomatis kalau dia mau kencang artinya lebih boros bahan bakar. Tapi kalau dia bikin irit, bisa juga, dan tergantung permintaan. Tapi memang kebanyakan remap ECU ini ditujukan agar mobil lebih kenceng," bebernya.

3 dari 3 halaman

Infografis 4 Upaya Wujudkan Target Indonesia dari Pandemi Covid-19 ke Endemi