Sukses

All-New Honda BR-V vs Model Lama, Jauh Bedanya

Liputan6.com, Jakarta - PT Honda Prospect Motor (HPM) memberi kesempatan kepada sejumlah media massa termasuk Liputan6.com untuk menjajal all-new Honda BR-V di Test Course HPM di Karawang, Jawa Barat, Senin (29/11/2021).

Pengetesan ini dilakukan secara singkat dan lebih menitikberatkan pada perbandingan antara Honda BR-V model lawas dengan BR-V generasi terbaru.

"Mobil ini belum mobil mass production, masih mobil trial tapi sudah mendekati model mass production. Jadi baru temen-temen (wartawan) yang bisa merasakan lebih dulu karena di dealer pun unit test mobil ini belum ada. Mungkin baru tersedia (di dealer) nanti akhir Desember (2021) karena produksi massalnya baru dilakukan pertengahan hingga akhir Desember dengan nomor rangka 2022," terang Yusak Billy, Business Innovation and Marketing & Sales Director PT HPM di lokasi acara.

Seperti disebutkan di atas, percobaan kali ini lebih membandingkan model baru dengan model lama. Dari segi tampilan, berubah total. Dimensinya pun juga berubah.

Bicara dimensi, BR-V generasi kedua ini memiliki ukuran panjang bodi mencapai 4.490 mm. Lebih panjang 34 mm dari model sebelumnya, Sementara lebarnya 1.780 mm. Angka ini juga lebih lebar 45 mm dari model sebelumnya.

Sementara tingginya 1.685 mm atau naik 19 mm dari model sebelumnya. Untuk ground clearance-nya mencapai 220 mm sedangkan model lama hanya 201 mm.

Perlu diketahui, kedua model yang dibandingkan ini merupakan sama-sama varian teratas. Adapun lintasan pengujian yang kami jalani berupa jalanan menikung, trek lurus, hingga slalom.

Sebelum menjajal all-new BR-V kami lebih dulu merasakan BR-V model lama. Lalu seperti apa perbedaan rasanya?

Oke, saat masuk ke kabin all new BR-V perbedaan dengan model lawas sudah sangat terasa. Posisi duduk pada BR-V lama terasa lebih pendek. Disebutkan, eye level all new BR-V lebih tinggi 44 mm dibanding model lama.

Oleh karenanya, saat duduk di jok all-new BR-V posisinya jadi lebih tinggi dan visibilitas ke depan lebih luas.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Mesin Bertenaga dan Kabin Senyap

Saat berada di trek lurus, kami paksa mesin all new BR-V bekerja lebih keras. Hasilnya, mesin 1.5 liter i-VTEC berkonfigurasi in line 4 silinder DOHC in-port injection yang diusung all-new BR-V lebih bertenaga dibanding pendahulunya. Perpindahan transmisinya juga terasa lebih halus berkat CVT keluaran terbaru.

Untuk diketahui, mesin tersebut sanggup menyemburkan daya 121 PS pada 6.000 rpm dengan torsi puncak 145 Nm pada 4.300 rpm. Mesin ini juga diklaim 3 persen lebih hemat dbanding BR-V sebelumnya.

Perbedaan yang kami rasakan saat tengah memacu mobil ini adalah kesenyapan kabinnya. Pada BR-V lama, raungan suara mesin terasa hingga kabin. Suaranya kencang sekali. Tapi pada all-new BR-V suara raungan mesin masih terdengar namun tidak sekeras model lawas.

Ternyata ada banyak hal yang dibenahi Honda dalam meredam kebisingan mesin, seperti penyempurnaan pada penutup kepala mesin serta meningkatkan kemampuan penutup Uretan untuk mengurangi radiasi suara mesin.

Untuk mengurangi getaran, Honda juga melakukan penyesuaian di antaranya side mounted dengan modul dinamis, trans mounting yang ditingkatkan, serta dudukan batang torsi yang juga disempurnakan.

Jadi pantas saja jika tingkat kesenyapan kabin pada BR-V terbaru ini jauh lebih baik.

 

3 dari 4 halaman

Suspensi Mumpuni

Ubahan lain yang dialami all-new BR-V adalah bagian suspensinya. Meski masih menggunakan model yang sama dengan pendahulunya, namun suspensi pada all-new BR-V telah disetel ulang untuk meningkatkan kenyamanan berkendara.

Suspensi depan all-new BR-V menggunakan MacPherson Strut dengan kekakuan lebih tinggi. Sementara suspensi belakangnya mengandalkan high-torsional rigidity dan light weight Torsion Beam.

Honda juga melakukan penyesuaian geometri pada suspensi belakang untuk performa redamam dan kenyamanan lebih baik.

Hasilnya, all-new BR-V terasa nyaman dan "nurut" saat diajak Slalom dengan kecepatan konstan 50 Kpj. Penyempurnaan pada sektor suspensi ini kami rasa mampu memanjakan penumpang.

4 dari 4 halaman

Infografis 8 Tips Liburan Akhir Tahun Minim Risiko Penularan Covid-19