Sukses

Hindari Ngerem Pakai Kaki Kiri Saat Mengendarai Mobil Matik

Liputan6.com, Jakarta - Mobil bertransmisi otomatis atau matik banyak menjadi pilihan masyarakat di kota-kota besar. Alasannya, dengan tingkat kemacetan lalu lintas yang semakin parah, menggunakan mobil matik pastinya tidak cepat pegal dan lebih nyaman.

Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika mengemudikan mobil matik. Salah satunya adalah kebiasaan sebagian driver yang menggunakan kaki kiri ketika menginjak pedal rem.

Melakukan pengereman dengan menggunakan kaki kiri dapat menimbulkan missed feeling, dan akan menjadi berbahaya.

Selain itu, pengemudi juga dapat secara tidak sengaja menginjak pedal rem dan gas di saat yang bersamaan. Hal ini dapat mempersingkat usia komponen seperti clutch pada transmisi matik.

"Pasalnya pada posisi itu kopling dalam kondisi bekerja atau berputar, tetapi daya geraknya ditahan oleh tekanan rem," papar Samsudin, Aftersales Support - Astra Peugeot, dalam siaran pers yang diterima Liputan6.com, Selasa (18/8/2020).

Pengemudi yang sudah terbiasa menggunakan mobil transmisi manual, kaki kirinya sudah terbiasa menginjak tuas pedal kopeling sangat dalam.

Namun, bila dilakukan hal serupa terhadap pedal rem saat menggunakan mobil matik, dikhawatirkan mobil akan berhenti secara mendadak. Jelas hal ini membahayakan diri sendiri juga orang lain.

2 dari 2 halaman

Perawatan

Masih menurut Samsudin, kadar feeling antara kaki kanan dan kiri saat melakukan pengereman dengan mobil matik sangat berbeda.

Apalagi saat mengoperasikan mobil manual, kaki kanan lebih aktif buat tekan pedal rem. Sehingga sebaiknya, untuk selalu menggunakan kaki kanan untuk mengoperasikan pedal gas dan pedal rem secara bergantian.

"Demikian pula mengenai hal perawatan. Sepintas memang, seolah mobil matik tanpa perawatan. Hampir sebagian besar penguna mobil matik mengganggap tanpa perawatan dibanding dengan mobil bertransmisi manual," tegasnya.

Mobil bertansmisi otomatis juga butuh melakukan perawatan, seperti oli transmisi. Untuk menjaga agar transmisi kendaraan lebih awet dan performa lebih terjaga, tetap disarankan agar oli transmisi diganti per 40 ribu kilometer karena kondisi lalu lintas dan suhu yang tinggi.