Sukses

Tak Mau Kalah, Triumph Mulai Jualan Sepeda Listrik

Liputan6.com, Jakarta - Triumph Motorcycle nampaknya tidak ingin ketinggalan dengan tren kendaraan ramah lingkungan. Tak tanggung-tanggung, sebuah e-bike bernama Trekker GT masuk dalam line-up kendaraannya. 

Seharusnya bukan kabar mengejutkan dari jenama asal Britania Raya ini. Asal muasal perusahaan berdiri pada 1884, awalnya memang membuat alat transportasi bertenaga kayuh. Sepeda merek Triumph terus diproduksi sampai 1950an. Tapi saat itu sudah beralih ke tangan Raleigh. Penyuka sepeda antik pasti tahu sejarahnya.

Besar sekali hasrat Triumph dalam dunia roda dua. Warisan motor dan sepeda selama lebih dari satu abad telah membuktikannya. Kehadiran produk e-bike merupakan upaya memasuki era setrum. Meski masih dalam tahap teramat kecil berupa sepeda listrik. 

Trekker GT berjenis sepeda hybrid. Tepatnya perpaduan mountain bike dan road bike, dengan fleksibilitas di dua alam tapi tak terlampau ekstrem. Ditandai pemakaian ban bertapak jalan raya keluaran Schwalbe ukuran 650b atau 27,5-inci. Guncangan jalan diredam oleh fork Rockshox Paragon Silver TK. Panjang travel cukup 65 mm dengan fungsi lockout damper.

 

2 dari 4 halaman

Rangka Mountain Bike

Seusai tipe hybrid bike, rangka mengadopsi model mountain bike. Nama Triumph yang tertanam mampu dongkrak gengsi melangit. Bahannya aluminium hydroform 6061 dengan jalur kabel di dalam frame. Terlihat rapi, ditambah finishing buatan berkualitas tinggi. Bentuk downtube besar, ciri khas e-bike. Terdapat motor listrik yang bakal membantu menambah energi gerak dari poros utama crankset.

Peran Shimano sebagai manufaktur komponen sepeda sangat dibutuhkan. Termasuk motor penggerak dipakai. Mengandalkan Shimano DU-E6100 berdaya 250 watt, momen puntir dihasilkan sebesar 60 Nm. Lebih dari cukup untuk melesat stabil di atas 30 km/jam. Baterai Shimano BT-8035 504 Wh diklaim sanggup membantu laju hingga 150 km sampai energinya habis. Kemudian bisa dicharge memakai Shimano EC-E6002 plus adaptornya. Total penggerak listrik menambah beban 3 kg. Keseluruhan sepeda berbobot 24 kg, memang tergolong lebih berat dibanding sepeda biasa.

Groupset lainnya juga dari Shimano. Deore RD-M6000 long cage 10 speed bertugas sebagai pemindah rasio kecepatan. Teknologi Shadow Plus menjamin rantai KMX E10S tetap tenang tak terguncang saat melewati medan off-road. Perpindahan gigi juga bisa berlangsung cepat dan halus oleh shifter Deore SL-M6000 Rapidfire Plus. Peranti pengereman mempercayakan Deore BL-M6000 dan BR-M6000. Jenis hidrolis untuk menekan kaliper ke rotor 180/160 mm yang menempel di hub Shimano RM35.

 

3 dari 4 halaman

Seperti Sepeda Biasa

Mengendarai e-bike sama seperti sepeda biasa. Kaki tetap harus terus mengayuh, tapi usaha berbalas kecepatan akan jauh lebih ringan. Itulah peran dari motor listrik. Ada mode berkendara bisa dipilih, sesuai kebutuhan. Bahkan ada indikator layaknya sepeda motor. Berbagai informasi mulai dari kecepatan, jarak tempuh, gear dan baterai tersisa terpampang melalui display lansiran Shimano juga.

Sisanya, Triumph Trekker GT memberi kenyamanan berkendara nyaman untuk komuter harian, melalui flat-bar lebar dan sadel Selle Royal Vivo. Ditambahkan juga mud guard serta rak pannier untuk menaruh bawaan dalam tas. Harga tertera di website resmi senilai $3.750 atau setara Rp 53 jutaan sesuai kurs dollar Rp 14.215. Sudah tersedia di Inggris Raya, Uni Eropa (kecuali Jerman dan Austria) dan Amerika Serikat. Khusus kawasan Asia Pasifik belum ditentukan.

Triumph tak sendirian. Banyak produsen kendaraan bermotor lain yang membuat e-bike. Sebut saja Harley-Davidson dan Ducati yang sudah memperkenalkan duluan tahun lalu. Pabrikan mobil Eropa juga saling berlomba. Audi tak mau ketinggalan dari BMW dengan merilis MTB listrik. Bahkan Jeep saja punya.

Sumber: Oto.com

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: