Sukses

Bukan BMW atau Mercy, Ini Mobil Pilihan Wanita di Seluruh Dunia

Liputan6.com, Jakarta - Mazda3 model baru telah dinobatkan sebagai mobil pilihan wanita di Women’s World Car of the Year 2019. Mobil asal Jepang ini, mengalahkan beberapa model lain seperti Audi e-Tron Quattro, G20 BMW 3 Series, Tesla Model 3, dan Volvo S60.

Selain dinobatkan sebagai pemenang tertinggi penghargaan tersebut, Mazda3 generasi keempat ini juga telah dinobatkan sebagai Family Car of the Year gong di COTY awards, yang digelar di Dubai, akhir pekan lalu bertepatan dengan Dubai International Motor Show.

Pemenang lainnya, yaitu Kia XCeed sebagai Urban Car, dan Kia Soul EV dengan menyabet penghargaan Green Car of the Year. BMW Seri 8 sebagai Mobil Mewah terbaik, sedangkan penghargaan Car Performance Porsche 911, dan Range Rover Evoque SUV atau Crossover of the Year.

Sebagai informasi, penghargaan ini didirikan pada 2010. Women's World Car of the Year dipilih oleh panel juri perempuan dari lebih dari 30 negara yang berbeda, yang diminta untuk memilih sesuai dengan kriteria yang digunakan wanita ketika membeli mobil.

Kriteria yang jadi pilihan menjadikannya mobil pilihan wanita adalah keselamatan, value for money, estetika, ruang penyimpanan, keramahan anak, kemudahan mengemudi, warna, daya tarik seks, dan jejak lingkungan kendaraan.

2 dari 3 halaman

Mazda3 Skyactiv-X Tak Masuk Indonesia, Ini Penyebabnya

Bagi Anda yang berharap all new Mazda3 akan menggunakan Skyactiv-X, sepertinya harus siap kecewa. Pasalnya, Mazda3 yang akan meluncur di GIIAS 2019 mengadopsi mesin lama Skyactiv-G 4-silinder 2,0-liter. Alasan Skyactiv-X tidak digunakan karena diyakini belum cocok untuk pasar Indonesia.

“Kalaupun dipakai duluan, ke negara-negara yang sudah siap infrastrukturnya. Di sini kan belum cocok, seperti belum cocok dengan bensinnya. Skyactiv-X itu juga sudah memasuki Euro 6,” ujar Kenny Wala, Product Planner PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) saat ditemui di sela sesi test drive (10/7).

Lagipula, mesin Skyactiv-X masih dalam fase perkenalan dan baru mulai dipasarkan. Itupun untuk pasar terpilih terlebih dahulu, seperti kawasan Eropa dan Jepang. Malah belum ada rencana masuk pasar Amerika Utara dalam waktu dekat.

Kualitas bahan bakar menjadi pertimbangan utama mengapa mesin canggih di Mazda3 belum tentu cocok untuk Indonesia. “Masalahnya bukan dari RON saja, tapi dari kualitas keseluruhannya. Mungkin saja bensin RON 98 di sini kualitasnya masih lebih jelek dari RON 95 negara lain,” tegas Kenny. Itulah yang menentukan pihak prinsipal menentukan mesin yang cocok untuk negara tertentu.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading