Sukses

Perkuat Daya Saing Otomotif, Begini Cara Pemerintah Kawinkan Industri Kecil dan Pabrikan Besar

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memfasilitasi antara pelaku industri kecil dan menengah (IKM) dengan industri skala besar. Upaya menjalin sinergi bisnis ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing sektor IKM, karena berperan memperkuat manufaktur nasional.

"Langkah strategis yang telah kami lakukan, adalah menggelar program link and match antara 100-an IKM komponen otomotif dengan belasan tier agen pemegang merek (APM) dan industri besar. Sejak 2016, kami sudah laksanakan kegiatan ini sebanyak empat kali," jelas Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih, dalam siaran pers yang diterima Liputan6.com, Selasa (1/10/2019).

Lanjut Dirjen IKMA, ratusan IKM komponen otomotif yang dikawinkan tersebut berasal dari sentra-sentra IKM logam di Yogyakarta, Klaten, Tegal, Purbalingga, Jabodetabek dan Jawa Barat.

"Kegiatan link and match juga merupakan wujud nyata Kemenperin mendorong peningkatan pada kemampuan IKM komponen dalam mengisi rantai pasok industri otomotif baik di tingkat nasional hingga global," tuturnya.

Gati menegaskan, IKM memiliki peran penting dalam memproduksi komponen original equipment manufacturer (OEM), maupun memenuhi kebutuhan aftermarket untuk pasar domestik dan eskpor. Keberadaan IKM dalam rantai pasok industri otomotif juga menjadi bagian penting dalam memacu perekonomian nasional.

"Tidak hanya mampu dalam memproduksi berbagai komponen maupun aksesoris mobil dan motor dengan standar kualitas yang telah ditetapkan APM, IKM kita juga telah membuktikan kemampuannya dalam berinovasi dan melakukan pengembangan produk komponen otomotif," tegasnya.

2 dari 2 halaman

Pusat logam

Saat ini, sentra produksi IKM logam di Indonesia sebagian besar tersebar di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur dengan total IKM komponen otomotif sebanyak 500 unit usaha dan menyerap tenaga kerja hingga 25 ribu orang.

"Kami optimistis, peningkatan unit penjualan kendaraan roda empat dan sepeda motor, menjadi pendorong bagi penguatan IKM komponen otomotif dalam negeri," pungkasnya.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo), penjualan kendaraan roda empat sepanjang tahun 2018 mencapai 1.151.413 unit, melewati angka penjualan di tahun 2017 sebanyak 1.079.886 unit.

Sedangkan, merujuk data dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan sepeda motor pada tahun 2018 mencapai 6.383.111 unit, melampaui angka penjualan di tahun 2017 sebanyak 5.886.103 unit.

Loading
Artikel Selanjutnya
Bidik Peningkatan 8 Persen, Kemenperin Genjot Investasi dan Ekspor Otomotif Indonesia
Artikel Selanjutnya
Virus Corona Ganggu Produksi Mobil Daihatsu di Indonesia?