Sukses

Mobil Listrik Seharga Rp29 Miliar Uji Tabrak, Bagaimana Hasilnya?

Liputan6.com, Jakarta - Memiliki harga fantastis, mobil listrik Rimac C_Two mampu menghasilkan tenaga hingga 1.888 Tk. Meski menjadi salah satu mobil terkuat, seluruh standar kerja mobil juga harus sangat baik.

Karena itu, proses yang mencakup pengujian kerusakan atau uji tabrak harus dilakukan. Hal ini berkaitan erat dengan keamanan kendaraan saat dijual di seluruh dunia.

Proses homologasi lengkap memakan waktu selama tiga hingga empat tahun, sebelum mobil konsep akhirnya beralih menjadi kendaraan yang diproduksi dan digunakan di jalan. Langkah pertama yang harus dilakukan ialah menjalankan simulasi dan mengembangkan mobil dengan bantuan komputer. Selanjutnya melakukan tes bahan dan komponen dengan melakukan pengujian kendaraan prototipe.

Kemudian prototipe validasi pengujian, prototipe pra-produksi dan akhirnya produk produksi. Dilansir Carcoops, Kamis (26/9/2019), baru-baru ini Rimac C_Two bertenaga baterai baru saja menyelesaikan tes kecelakaan pertama.

Hal ini membuat mobil listrik dengan harga 2,1 Juta USD atau setara dengan Rp29 miliar dapat melanjutkan pengembangan.

2 dari 3 halaman

Hanya Diproduksi 150 Unit

Menggunakan sasis monocoque, lima jenis tes kecelakaan harus dilalui Rimac sebelum melakukan tes keenam yang melibatkan kekuatan atap.

Meski mengalami kerusakaan di bagian depan, dari video yang dibagikan terlihat jelas mobil masih berbentuk utuh.

Sebagai mobil terbatas, Rimac C_Two kabarnya hanya akan diproduksi sebanyak 150 unit secara global.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Len Industri Bangun 180 Stasiun Pengisian Daya Kendaraan Listrik
Artikel Selanjutnya
Cepat atau Lambat, Era Modifikasi Mobil Listrik Akan Tiba