Sukses

Ada 8 Titik Emergency Opening dan Tangga Darurat di Tol Layang Cikampek

Liputan6.com, Jakarta - Bersama Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi dan Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengunjungi proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated yang ditargetkan segera beroperasi.

Dalam kunjungannya tersebut, Budi Karya meminta jalan tol yang merupakan jembatan terpanjang di Indonesia ini dapat segera beroperasi.

“Untuk itu harus dipersiapkan strategi agar distribusi pengguna jalan tol Jakarta-Cikampek bisa merata lewat di atas dan di bawah. Ditambah lagi, jika pekerjaan konstruksi sudah selesai, maka pekerjaan yang mengganggu perjalanan pun sudah tidak ada. Jadi asumsi kita paling tidak 30 menit sampai dengan 1 jam bisa bertambah lebih cepat,” ujar Budi Karya.

Selain itu, Budi Karya juga mengimbau keamanan pengguna jalan diperhatikan lebih serius karena Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated berada di ketinggian 6 meter.

“Persiapkan skenario apapun yang mungkin terjadi di atas jalan tol ini sehingga ketika beroperasi kita sudah siap dengan antisipasi tindak lanjutnya. Jalan tol ini sepanjang 36 Km tidak ada rest area, walaupun memang sudah disiapkan beberapa mitigasi risiko yang sudah disiapkan oleh operator jalan tol,” jelas Budi.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Direktur PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) Djoko Dwijono selaku operator Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated menegaskan akan tersedia delapan titik emergency opening yang dilengkapi dengan tangga darurat untuk mengakomodir kebutuhan darurat pengguna jalan.

"Untuk pengoperasian di akhir tahun ini kami siapkan delapan titik emergency opening dan tangga darurat. Setelah itu, kami juga masih akan melengkapinya dengan membangun empat emergency bay (parking bay untuk keadaan darurat) serta dua emergency exit,” tutup Djoko.

2 dari 2 halaman

Target Lalu Lintas Harian Rata-rata Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated

Terkait target lalu lintas harian rata-rata (LHR) Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated, Direktur Operasi PT Jasa Marga (Persero) Tbk Subakti Syukur menjelaskan, 40-50 persen dari jumlah kendaraan yang melintas akan menggunakan jalan tersebut.

"Dengan LHR 70.000 kendaraan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek existing, maka kami targetkan ada distribusi sekitar 40-50 persen dari angka tersebut yang akan naik ke jalan tol layang. Ini yang sedang intens kami bahas dengan Pemerintah terkait dengan sistem pengoperasiannya," tutur Subakti.

Tak hanya itu, Subakti juga mengatakan tarif terkait jalan Tol diusulkan terintegrasi sehingga pengguna jalan dapat dengan mudah memilih jalan yang akan dilalui.

"Kami usulkan sistem tarif terintegrasi agar masyarakat dapat mudah memilih sesuai kebutuhan mau lewat atas atau lewat bawah,” ujar Subakti.

 

Loading
Artikel Selanjutnya
Pengoperasian Tol layang Jakarta-Cikampek Mundur Jadi 20 Desember
Artikel Selanjutnya
Beroperasi 15 Desember 2019, Tol Jakarta Cikampek II Bakal Urai Kemacetan Musim Libur Tahun Baru