Sukses

Fitur Ini Mempermudah BMW Seri 3 Melibas Jalan Tikus

Liputan6.com, Jakarta - Kemacetan di kota-kota besar, terutama di Jakarta bisa dibilang sudah sangat parah. Bahkan, pemilik mobil harus mencari jalur alternatif, dan bisa masuk ke dalam gang atau jalanan yang sempit untuk menembus kepadatan lalu lintas di Ibu Kota.

Tidak hanya dilakukan oleh pemilik mobil penumpang pada umumnya, tapi juga mobil mewah, seperti BMW. Dengan melihat hal tersebut, pabrikan asal Jerman ini memiliki teknologi reversing assistant, yang disematkan di sedan legendarisnya, BMW 330i M Sport.

"Teknologi ini dapat menyimpan manuver kendaraan untuk jarak 50 meter, dengan mengarahkan kendaraan mundur di sepanjang garis yang persis sama dengan yang baru saja diambil ketika bergerak maju," jelas Corporate Communication Manager BMW Group Indonesia, Ismail Ashlan, di sela-sela perkenalan all-new BMW Seri 3 di ICE, BSD, Tangerang Selatan, Rabu (10/7/2019).

Cara kerjanya, ketika mobil melewati jalan sempit dengan kecepatan tidak lebih dari 30 km, teknologi ini akan merekam jalan yang dilalui. Ketika mobil melewati jalan buntu, ataupun halangan mobil lain, dan harus mundur ke belakang, pengemudi tinggal memindahkan transmisi ke posisi R dan mengaktifkan fungsi reversing assistant.

Setelah aktif, pengemudi hanya tinggal mengontrol laju kendaraan menggunakan rem. Pasalnya, gas dan juga roda kemudi sudah diatur secara elektrik hingga 50 meter ke balakang.

Pengemudi juga harus melihat jarak yang sudah ditempuh, karena ketika sudah melewati 50 meter, maka kendaraan akan bergerak lurus ke balakang atau pengemudi harus mengerem secara manual.

"Namun, saat bergerak mundur, kecepatannya tidak boleh lebih dari 5 kpj agar presisi. Jika kecepatan melebihi 5 kpj sampai 7 kpj, maka sistem tidak akan berfungsi dan memori jalan yang dilewati saat maju akan dihapus, karena sistem akan menilai pengemudi sudah lalai," pungkasnya.

 

2 dari 3 halaman

Fitur lain

Selain fitur canggih tersebut, all-new BMW Seri 3 menggunakan pilihan sistem bantuan inovatif yang diperluas secara signifikan untuk menyempurnakan keselamatan pengendara dan menyambut tren kendaraan otonom.

Piranti keselamatan aktif yang tersedia mencakup Lane Departure Warning, dengan Collision dan Pedestrian Warning dengan City Braking function, pada versi terbaru yang terpasang bahkan sudah mendeteksi kedatangan pesepeda.

Park Distance Control dan kamera tampak belakang membantu pengemudi melakukan manuver dan memasuki / keluar dari tempat parkir.

Proses parkir yang lebih mudah juga hadir dengan adanya Park Assist, yang mengambil alih kemudi, akselerasi, pengereman, dan perubahan gigi dengan transmisi Steptronic saat masuk dan keluar slot parkir pararel dan lateral.

 

3 dari 3 halaman

  BMW live cockpit

Layar instrumen yang baru dirancang dengan Layar Kontrol dan fungsionalitas yang lebih luas membawa sistem operasi intuitif ke tingkat yang lebih tinggi, membantu pengemudi untuk berkonsentrasi lebih efektif dalam mengemudi.

BMW Live Cockpit dipasang sebagai standar yang terdiri dari sistem operasi iDrive, yang Layar Kontrol 8.8 inch memiliki desain layar sentuh, dan instrument cluster panel hitam dengan layar warna 5.7 inci.

BMW Live Cockpit Plus menambahkan fitur-fitur seperti Touch Controller, sistem navigasi, dua port USB untuk transfer data dan juga mengaktifkan sistem Apple CarPlay dengan kendali yang lebih menyatu dengan kendaraan.

Saat sistem Apple CarPlay telah terkoneksi, perangkat seluler dapat diletakkan pada wireless-charging pad yang terletak pada konsol tengah sehingga memudahkan penggunaan secara dua-arah.

Loading
Artikel Selanjutnya
Perawatan Mobil Pabrikan Jerman Lebih Mahal dari Brand Eropa Lainnya, Benarkah?
Artikel Selanjutnya
BMW Seri 3 Terbaru Meluncur di GIIAS 2019, Intip Kelebihannya