Sukses

Perlu Diperbaiki, Bus Listrik Transjakarta Dinilai Terlalu Lebar

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, telah melakukan pra uji coba bus listrik untuk armada Transjakarta. Pra uji coba ini menggunakan bus yang berasal dari pabrikan Cina, Build Your Dream (BYD)dan PT Mobil Anak Bangsa (MAB).

Apabila tak ada kendala, bus listrik diharapkan mulai beroperasi di Jakarta akhir tahun ini. Namun Dewanto Purnacandra, Kasubdit Uji Tipe Kendaraan Bermotor Kementerian Perhubungan mengatakan, dimensi bus listrik BYD harus mengalami perubahan dari sisi dimensi.

"Saya tidak tahu persis, setahu saya dimensi. Karena memang kalau di Cina itu kan regulasinya lebar bisa 2,6 meter kalau enggak salah, di kita 2,5 jadi lebih 10 cm," kata Dewanto di Jakarta.

Tak hanya BYD, Dewanto juga mengatakan dimensi MAB juga lebih dari 2,5 meter, sehingga harus diperbaiki.

"Sebenarnya hanya masalah lampu sih, lampu di samping itu yang menyebabkan kelebihan, kita minta copot, lampu di belakang sein, samping. Di kita enggak perlu itu, yang penting ada kiri kanan (sein), itu dia tambahan saja," ujarnya.

Sebagai informasi, Bus dari PT MAB dan BYD sempat dipamerkan dalam acara Busworld South East Asia 2019 pada 20-22 Maret 2019.

 

2 dari 3 halaman

Jangan Takut Tersetrum, Bus Listrik Transjakarta bisa Menerjang Banjir

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, telah melakukan pra uji coba bus listrik milik Transjakarta. Bahkan, acara ini dihadiri langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Dirut PT Transjakarta Agung Wicaksono, Sekda DKI Jakarta Saefullah dan beberapa pejabat lainnya.

Pra uji coba ini menggunakan dua dari tiga bus yang berasal dari pabrikan Cina, Build Your Dream (BYD). Sedangkan sisanya, dari PT Mobil Anak Bangsa (MAB).

Permasalah uji coba bus listrik ini, sejatinya adalah waspada banjir, karena Jakarta masih sering mengalami hal tersebut, terlebih jika curah hujan tinggi. Lalu, apakah bus listrik ini sudah aman saat menerjang banjir?

Dijelaskan Presiden Direktur PT Bakrie Autoparts, Dino A. Ryandi, sebagai pemasok bus listrik Tranjakarta, bus ini sudah dites di segala medan. Mulai dari altitude paling tinggi (atmosfir tipis), daratan rendah yang sangta panas, termasuk daerah yang tingkat kelembaban tinggi.

"Mereka (BYD) menjamin tidak ada masalah, karena sirkuit (listrik) tertutup. Sebagian baterai ada di atap," Dino, saat dihubungi Liputan6.com, Senin (29/4/2019).  

 

3 dari 3 halaman

Pelindung Baterai

Lanjutnya, memang ada juga baterai yang berada di atas, namun ada pelindung di depan baterai dan sudah diperhitungkan dengan adanya risiko banjir di Jakarta.

"Misalkan bus terendam banjir, penumpang tidak akan keseterum. Karena closed circuit, dan pastinya ada circuit breaker (pengaman) untuk memastikan arus listrik tidak akan keluar," pungkasnya.

Misalkan saja bus listrik BYD tipe K9. Bus tersebut dilengkapi dengan fitur perlindungan short circuit protection, over-temperature protection, dan lightning protection. Perlindungannya sudah mengadopsi standar IP55.

"Kalau menerjang banjir dengan ketinggian wajar masih bisa. Tapi jika misalkan banjir setinggi 1 meter sebaiknya jangan dicoba," pungkasnya. 

Loading
Artikel Selanjutnya
Dampak Aksi 22 Mei, Sejumlah Rute Transjakarta Dialihkan
Artikel Selanjutnya
Transjakarta Tambah Rute ke Bandara Soetta