Sukses

Jangan Sembarangan, Begini Memilih Jok Kulit yang Nyaman dan Tidak Beracun

Liputan6.com, Jakarta - Jok menjadi salah satu komponen yang penting bagi pengendara motor. Dengan begitu, memilih pelapis jok yang nyaman dibanding versi standar juga menjadi hal yang utama, agar kegiatan berkendara tetap menyenangkan, meskipun menempuh jarak yang jauh.

Dijelaskan Handy Wiriatmadja, Marketing Manager PT Sempurna Indah Multi Nusantara, produsen jok kulit Accura Trax, saat memilih pelapis jok kulit terlebih synthetic leather memang harus hati-hati. Pasalnya, di Eropa, isu jok kulit buatan ini mengandung racun.

"Synthetic leather kita sudah berhasil ekspor ke Eropa, dan isu di sana itu mengandung racun. Kita sudah lolos, jadi bahan baku kita terbukti aman di badan," jelas Handy saat ditemui di booth Telkomsel IIMS 2019, JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Lanjut Handy, secara umum memilih pelapis jok kulit yang baik untuk penggunaan sehari-hari, pertama pastinya memiliki kekuatan yang cukup. Terutama dalam cuaca ekstrem, karena bisa menyebabkan kerusakan.

"Makanya, pelapis jok kulit itu memiliki bahan baku yang berbeda dibanding jok untuk rumah. Makanya, jok kulit itu lebih mahal," tegasnya.

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

Selanjutnya, jok kulit yang layak dipilih yang memiliki elastisitas yang baik, aman untuk kesehatan, tidak mengandung bahan berbahaya, dan harus nyaman.

"Pelapis jok kulit sintetis itu mengandung bahan dengan zat flame resistant, dan berbahaya. Jadi, zat itu kaya baju pemadam kebakaran, dan kalau aditif itu terlalu banyak jadi racun," tambahnya.

Sementara itu, untuk memberikan pilihan jok kulit yang nyaman dan dingin, Accura juga menyediakan pelapis jok sintetis, bernama Trax. Pelapis ini, diklaim lebih nyaman karena lebih dingin, dengan banderol Rp 125 ribu sampai Rp 150 ribu untuk skutik seperti Yamaha NMax, Aerox, dan PCX. Dan untuk skutik yang lebih premium, seperti Yamaha XMax dan Honda Forza dibanderol Rp400 ribu sampai Rp600 ribu .

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading