Sukses

Toyota Tidak Berencana Bawa Sienta Hybrid ke Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - PT Toyota Astra Motor (TAM) mulai rajin membawa berbagai model hybrid-nya untuk pasar Tanah Air. Bahkan, raksasa otomotif asal Jepang ini berencana untuk menghadirkan mobil ramah lingkungan dengan harga yang lebih terjangkau, dan pastinya mengincar pasar yang lebih luas.

Meskipun belum secara blak-blakan menginformasikan model hybrid apa yang bakal dibawa, pilihan mobil yang lebih masif, seperti tujuh penumpang menjadi menarik.

"Secara umum, memang model hybrid yang dibawa masih segmen C dan D atau di atas Rp 500 juta. Meskipun tidak dalam waktu dekat, kita harus masuk ke segmen B atau di bawah Rp 500 juta," jelas Direktur Pemasaran PT TAM, Anton Jimmi Suwandi, saat berbincang dengan wartawan di bilangan Jakarta Pusat, belum lama ini.

Lanjut Anton, untuk model hybrid selanjutnya, pihaknya berjanji tidak dalam waktu yang lama. Artinya, penguasa pasar otomotif Indonesia ini, bakal meluncurkan satu model hybrid lagi dalam waktu dekat atau pada tahun ini.

"Untuk membawa model hybrid terjangkau, memang tidak hanya tergantung dari PT TAM saja, tapi juga prinsipal, dan peraturan pemerintah," tegasnya.

 

2 dari 4 halaman

Selanjutnya

Sementara itu, saat ditanya, apakah model hybrid selanjutnya merupakan mobil keluarga alias MPV, seperti Sienta, pria ramah ini dengan tegas model tersebut tidak masuk dalam rencana hybrid.

"Belum ada rencana untuk Sienta," pungkasnya.

3 dari 4 halaman

Tahun 2025 Semua Mobil Toyota Punya Model Hybrid

Pabrikan mobil Toyota menginginkan semua mobilnya memiliki model berteknologi hybrid pada tahun 2025. Hal itu disampaikan langsung Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia Bob Azam.

“Yang jelas Toyota punya target di 2025 kan semua modelnya itu ada hybrid. Semua model ada hybrid cita-citanya Toyota global, termasuk di Indonesia juga,” jelas Bob saat ditemui wartawan beberapa waktu lalu.

 

 
 

 

Menurut Bob, mobil dengan teknologi hybrid juga sudah bisa menghemat 50 persen bahan bakar minyak. Terlebih, jika menggunakan plug-in hybrid, bisa menghemat bbm 75 persen.

Bob sendiri tak menampik, jika kendaraan hybrid pada dasarnya lebih mudah diimplementasikan di Tanah Air. Hal itu karena kendaraan hybrid tak perlu ada perubahan infrastruktur.

 “Jadi sebenarnya ini semuanya jadi langkah cepat dilakukan dengan biaya lebih murah, sambil nanti terus menuju ke yang battery onlyHybrid paling gampang kalau transisi, tidak membutuhkan infrastruktur, dan juga kita anggaran terbatas,”  tuturnya.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: