Sukses

Mitsubishi Jual 34.100 Mobil dalam Empat Bulan, Ini Model yang Mendominasi

Liputan6.com, Jakarta - PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) masih menikmati bulan madu kehadiran small MPV, Xpander. Hasil positif ini, masih dirasakan sepanjang kuartal pertama tahun ini.

Berdasarkan data yang dikirim PT MMKSI, sepanjang Januari sampai Maret 2019, penjualan retail (dealer ke konsumen) mencapai 34.100 unit.

Kontribusi terbesarnya, tentu saja didapat dari Mitsubishi Xpander, mendominasi 31,4 persen segmen small MPV pada basis retail dengan total penjualan sebesar 17,902 unit.

Sedangkan dari segmen SUV, Mitsubishi Pajero Sport memimpin pasar middle 4x2 pada basis retail dengan pangsa pasar sebesar 45,7 persen.

Untuk jumlahnya, selama tiga bulan pertama 2019, mobil pesaing Toyota Fortuner ini terjual sebanyak 471 unit.

Sementara penjualan kendaraan niaga ringan Mitsubishi juga mendapatkan capaian positif pada periode Januari-Maret 2019,dengan penjualan sebesar 10,537 unit.

Pencapaian ini mendapatkan kontribusi terbesar dari segmen pikap kecil 4x2, yaitu model L300 yang tetap menjadi pemimpin pasar di kelasnya. Pada Maret 2019 meraih pangsa pasar sebesar 76,7 persen. 

 

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

Sepanjang kuartal pertama 2019, L300 berhasil meraih penjualan sebanyak 6,802 unit. Kemudian, diikuti oleh Triton yang pada Januari - Maret 2019 dan memimpin pasar sebanyak 61,1 persen.

"Pada kuartal pertama tahun 2019, produk Mitsubishi di Indonesia mendapatkan apresiasi yang sangat baik dari masyarakat, di mana Xpander, Pajero Sport, Triton, dan L300 berhasil didominasi segmennya sejak Januari hingga Maret 2019," jelas Irwan Kuncoro – Director of Sales & Marketing Division PT MMKSI, dalam keterangan resmi, Senin (15/4/2019).

 

3 dari 3 halaman

Komponen Bermasalah, Mitsubishi Recall Ribuan Outlander Sport dan Delica di Indonesia

PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) kembali melakukan penarikan kembali untuk diperbaiki (recall) terhadap dua modelnya, yaitu Delica dan Outlander Sport. Kampanye ini disebabkan karena masalah beberapa komponen, yaitu Reprogramming Auto Stop and Go (AS&G) ECU, Rear Parking Brake, dan Front Wiper Link Ball Joint.

Untuk unit yang terkena recall karena Reprogramming auto stop and go (AS&G) ECU dan rear parking brake melibatkan 1.080 unit Delica. Sementara Outlander, yang masalah komponen rear parking brake dan front wiper link ball joint melibatkan 6.852 unit.

 

Secara detail, masalah pembaruan software ini dilakukan untuk mengoptimalkan kerja sistem Auto Stop and Go (AS&G). Pada saat sistem AS&G aktif mesin kendaraan otomatis mati setelah berhenti sejenak dan jika kondisi charge battery atau aki dalam tingkat yang rendah, maka mesin berpotensi tidak dapat dinyalakan kembali.

Hal tersebut dikarenakan sistem AS&G membaca bahwa aki kendaraan sedang dalam kondisi yang tidak baik, sehingga sistem AS&G tidak dapat menghidupkan mesin kembali. Estimasi waktu perbaikan ini sekitar 30 menit.

Sedangkan masalah rem belakang, berpotensi timbulnya karat pada komponen rear parking brake kaliper berpotensi dapat mengurangi kinerja dari rem parkir.

Dalam kondisi terburuk, kendaraan dapat bergerak walaupun kondisi tuas rem parkir diaktifkan. Perbaikan dilakukan dengan penggantian komponen baru yang telah dikembangkan lebih baik. Estimasi waktu perbaikan ini sekitar 1-2 jam.

Sedangkan masalah front wiper link joint adanya potensi korosi yang terjadi pada wiper link ball join (sambungan batang penyapu kaca) yang berakibat ball joint (sambungan) dapat aus sebelum waktunya dan membuat wiper link rod(batang penyambung penyapu kaca) terlepas atau tidak terhubung, sehingga menyebabkan wiper blade(karet penyapu kaca) tidak dapat bekerja.

Loading
Artikel Selanjutnya
Sudah Beredar di Thailand, Kapan Mitsubishi Triton Absolute ke Indonesia?
Artikel Selanjutnya
Pajero Sport Berstatus CBU, Mitsubishi: Harga Tetap Sama