Sukses

Teknologi Airbag Eksternal Akan Segera Terwujud

Liputan6.com, Jakarta - Airbag merupakan komponen keselamatan yang wajib ada pada mobil Anda. Fungsinya adalah mencegah pengemudi dan penumpang menghantam interior saat terjadi kecelakaan.

Seiring perkembangan zaman, evolusi pun terjadi. Airbag di bodi mobil menjadi inovasi yang sangat menarik. Kabarnya, tidak lama lagi segera masuk ke pasar. Penyuplai otomotif kenamaan asal Jerman, ZF Friedrichshafen AG, yang merancang dan mengembangkan teknologi ini memastikannya. Menurut mereka, mobil pertama yang menerapkan airbag eksternal segera meluncur dua tahun lagi. Namun, belum ada kepastian pabrikan mana yang menggunakan pertama kali.

Satu dekade ZF mengembangkan metode kantung udara inovatif ini. Dikenalkan di Consumer Electronics Show 2016, lalu simposium Airbag 2018 di Mannheim, Jerman, November tahun lalu, responsnya cukup antusias. Semakin membesarnya populasi kendaraan, butuh sebuah peningkatan dalam peranti keselamatan. Agar dampak kecelakaan terhadap penumpang tidaklah fatal.

Airbag eksternal dirancang untuk mengembang di bagian sisi luar mobil. Keluar dari bawah atau side sill, dan keluar bagai bantal hingga menutupi pintu. Gunanya, melindungi area terbuka saat terjadi tabrak samping. Tapi caranya berbeda dengan airbag interior. Kantung udara tidak mengembang sesaat sesudah terjadi benturan.

ZF menggunakan radar, kamera, dan sensor LiDAR yang aktif memantau sekeliling mobil. Radar bertugas mengukur jarak obyek yang berpotensi menabrak dan kamera secara cepat mendeteksinya. Sensor LiDAR digunakan untuk membuat detail peta tiga dimensi wilayah samping kendaraan.

 

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

Ketika terdeteksi kecelakaan yang tak mungkin dihindari, airbag langsung mengembang kurang dari 100 milidetik. Kantung yang seperti balon, bertindak menyerap energi benturan sehingga tidak sampai menghancurkan pintu. Berdasar hasil tes internal ZF, dampak ke dalam kabin berkurang hingga 30 persen dan mengurangi tingkat cedera penumpang sampai 40 persen.

Yang jadi pertanyaan, apakah tambahan airbag dengan mudah terpasang di mobil. Penempatan modul, inflator, sensor, dan desain side sill baru perlu mengubah banyak rancangan mobil yang sudah ada. Solusinya membuat sensor dengan tugas ganda untuk fitur safety lain. Agar lebih menghemat ongkos produksi, sensor yang dipakai juga berfungsi seperti: lane departure warning, lane correction system, collision warning system, automatic emergency braking system, dan lainnya.

Tahun ini, ZF memulai tahap uji lebih komprehensif. Demonstrasi langsung pun akan dilakukan, sekaligus menguji kepintaran sensor dan komputer. Menurut ZF, sudah ada beberapa pabrikan yang menunjukkan ketertarikan. Namun belum ada terjalin kerja sama. 

Sumber: Oto.com

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Mengenal Fitur EBD pada Toyota Calya dan Daihatsu Sigra Facelift
Artikel Selanjutnya
Fitur Toyota Calya Bersaing dengan Avanza, Apa Akibatnya?