Sukses

BERITA TERKINI:JELANG PENGUMUMAN KABINET JOKOWI JILID 2

Daihatsu Terios R Deluxe vs Honda BR-V Prestige, Pilih Mana?

Liputan6.com, Jakarta - Segmen Sport Utility Vehicle (SUV) merupakan segmen yang menggiurkan pagi pabrikan otomotif. Tak heran jika semua pemain di segmen ini memiliki produk unggulannya masing-masing. Salah satunya, Daihatsu, yang kini semakin percaya diri dengan all new Daihatsu Terios.

Di satu sisi, pesaingnya sudah menunggu. Honda BR-V masih bertahan dengan model lamanya dengan sedikit penyegaran. Keduanya memiliki kelengkapan khas SUV, yang mampu menggoda konsumen. Lantas jika dibandingkan, kira-kira mobil mana lebih menarik dipinang? Kali ini kami menjabarkan perbandingan varian tertinggi keduanya, Daihatsu Terios R Deluxe dan Honda BR-V Prestige.

Dimensi

Dua SUV ini punya dimensi dan bobot sangat berbeda. Kalau dilihat kasat mata, BR-V terlihat lebih pendek dan rendah daripada Terios. Menariknya, Terios terbaru yang terlihat bongsor justru kalah lebar. Benar saja, secara data panjang BR-V 4.456 mm, lebar 1.735 mm dan tinggi 1.666 mm. Sedangkan Terios memiliki panjang 4.435 mm, lebar 1.695 mm dan tinggi 1.705 mm.

Jarak sumbu roda Terios jenjangnya lebih dari BR-V. Tak banyak, Terios jaraknya 2.685 mm, BR-V punya sumbu roda 2.662 mm. Hal ini mempengaruhi kestabilan pengendalian. Walau begitu, BR-V punya ground clearance kalah jangkung dari Terios, 201 mm. Bedanya dengan Terios mencapai 19 mm (tepatnya 220 mm). Artinya Terios lebih meyakinkan untuk melibas berbagai kondisi jalan tanpa perlu takut mengenai kolong bodi. Sementara BR-V bisa melesat lebih baik, lantaran aliran udara di bawah tak begitu besar, sehingga mobil lebih melekat ke tanah. Apalagi ditambah bobotnya yang hanya 1.222 kg, terpaut jauh dari Terios yang punya berat 1.270 kg.

Desain

Bicara tentang desain, sangat dipengaruhi selera individu. Keduanya punya fisik macho dengan banyak garis detail bodi yang dinamis. Seolah menantang pengemudi untuk mengajaknya melintasi berbagai macam kondisi jalan.

Ragam fitur dan aksesori disematkan pada BR-V Prestige, seperti: muffler tip, tailgate dan grille beraksen krom, lampu proyektor dengan LED Light Guide, fog lamp, kaca spion elektrik dan shark fin antenna. Sama halnya dengan desain Terios R Deluxe. Pewarnaan krom tersebar di beberapa aksesori seperti: muffler tip, lis jendela samping dan belakang, grille dan bezel fog lamp, serta penambahan side stone guard ornament.

Meski begitu, teknologi LED sudah mencakup semua lampu baik di depan, belakang dan samping Terios. Begitu pula sektor kaki-kaki, Terios varian R Deluxe mengusung pelek 17 inci berdesain tegas dan sederhana, ditambah perpaduan krom dan hitam. Pelek BR-V Prestige berukuran 16 inci dengan desain lebih kompleks.

 

2 dari 4 halaman

Performa dan Pengendalian

Terios mengusung mesin 2NR-VE 1.496 cc berteknologi Dual-VVTi dengan diameter langkah 72,5 x 90,6 mm. Konfigurasi ini menghasilkan tenaga tenaga 102,5 Tk di putaran mesin 6.000 rpm dan torsi 136,3 Nm pada 4.200 rpm. Keseluruhan daya itu disalurkan ke roda belakang melalui pilihan transmisi manual 5-percepatan atau otomatis konvensional 4-percepatan. Tidak ada yang istimewa dari dapur pacu ini. Hanya pengembangan dari seri mesin sebelumnya.

BR-V Prestige mempercayakan mesin L15 1.497 cc VTEC berdiameter langkah 73 x 89,4 mm. Setelan tenaganya lebih besar dibanding Terios, yakni 118,3 Tk di putaran 6.600 rpm dan momen puntir 145 Nm pada 4.600 rpm. Distribusi dipercayakan ke roda depan dengan CVT (continuously variable transmission) 6-percepatan sebagai transmisi. Untuk Prestige, tidak ada pilihan manual. 

Dari perbedaan jenis transmisi matik saja sudah terbayang karakter masing-masing. Terios yang memakai otomatis konvensional, punya akselerasi awal yang lebih spontan. Namun, jeda di tiap pergantian gigi jadi terasa. Hal ini sedikit kurang nyaman bagi sebagian pengemudi. Berbeda dengan BR-V yang memilih CVT, model ini lebih mengejar rasa perpindahan gigi lebih halus, bahkan tak terasa karena menggunakan model puli. Memang CVT punya kesan akselerasi awal yang lambat. Tapi kenyataannya tidak demikian. Daya besar dimiliki BR-V sulit ditandingi Terios.  

Karakter berkendara kedua mobil ini juga berbeda. Konstruksi semi-monokok Terios menyebabkan bantingan suspensi keras dan kurang stabil. Meski sudah mengalami perbaikan di generasi terbaru ini, tetap saja kelemahan itu sulit dihilangkan. BR-V yang bersasis monokok memberi rasa berbeda. Bicara soal kenyamanan suspensi, BR-V lebih unggul walau ciri khas redaman keras khas Honda tetap terasa. Manuvernya juga lincah saat diajak meliuk-liuk. Dan kestabilan di kecepatan tinggi jelas lebih baik dibanding Terios.

Fitur

Terios punya fitur berlimpah ketimbang BR-V. Paling mencolok terdapat pada cara mengakses pintu dan menyalakan mesin. Terios sudah mengaplikasi smart key dan start stop button, sehingga memudahkan pengemudi. Tetapi ada fitur yang hanya dimiliki BR-V, yakni Nanoe technology. Perangkat ini memungkinkan pendingin kabin bekerja menjaga kualitas udara, dengan cara memproduksi elektrostatik nano dalam partikel air.

Fitur keselamatan dan kenyamanan berkendara, keduanya sudah memiliki hill start assist, vehicle stability control, anti-lock braking system, electronic brake force dan dual SRS airbag. Tetapi khusus Terios ada tambahan emergency stop signal. Sebuah fitur yang bakal menyalakan lampu hazard ketika mobil berhenti mendadak, guna menginformasikan pengemudi di belakang. Khusus varian R Deluxe juga ketambahan Around View Monitor untuk mengawasi sekeliling bodi saat parkir.

 

 

3 dari 4 halaman

Simpulan

Merunut data di atas, Daihatsu Terios R Deluxe memiliki daya tarik lebih banyak daripada Honda BR-V Prestige, terutama dari fitur. Terios dihargai Rp 240 juta (MT) dan Rp 250 juta (AT). Sedangkan BR-V di angka Rp 272,5 juta.  Banderol yang terpaut jauh menciptakan value tinggi bagi Terios. Lain halnya Honda BR-V yang unggul dari sisi rasa berkendara. Bagi Anda penggemar mengemudi sendiri, BR-V lebih menawarkan kesenangan.

Sumber: Oto.com

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Kawasaki KLX150L Bangkit dengan Gaya Retro Era 80-an
Artikel Selanjutnya
Alasan Mahindra Meluncurkan Pikap di Indonesia