Sukses

8 Tahun Lagi, Volkswagen Bermesin Bensin dan Diesel Punah

Liputan6.com, Jakarta - Volkswagen Group memutuskan untuk tak lagi mengembangkan mobil bermesin bensin dan diesel. Umur mobil bermesin konvesional tersebut ini akan berakhir pada 2026.

Mengutip Rushlane, pengumuman itu dilakukan oleh Kepala Strategi VW, Michael Jost, saat pidato di sebuah Konferensi Otomotif di Wolfsburg, Jerman.

Semua merek di bawah VW Group disebut juga akan mengikuti skema ini, termasuk Audi, Bentley, Bugatti, VW, Porsche, Seat, dan Lamborghini. Keputusan ini menjadi strategi VW untuk beralih ke mobil listrik.

Jost juga mengonfirmasi bahwa, sementara VW akan terus menyesuaikan mesin bensin dan diesel untuk mematuhi standar lingkungan selama masa hidup kendaraan-kendaraan itu untuk menghambat laju pemanasan global.

Kendaraan listrik pertama VW Group yang akan dirilis adalah Porsche Taycan dan akan diikuti oleh lainnya, seperti Audi e-Tron, Audi e-Tron GT, dan Cross Turismo.

Sementara jajaran Volkswagen sendiri akan terdiri lebih dari 300 mobil, van dan truk, juga sepeda motor pada 2030 mendatang. I.D. Neo akan diikuti oleh I.D. Buzz van, lalu crossover/SUV, dan limusin yang berbasis I.D. Vizzion.

Sumber: Otosia.com

 

 

2 dari 3 halaman

Edan, Motor Kustom Ini Pakai Mesin Volkswagen

Ada yang menarik di gelaran Jogjakarta Volkswagen Festival (JVWF) 2017. Sebuah motor kustom, dipajang di tengah-tengah acara tahunan penggemar mobil asal Jerman tersebut, dan sangat menarik perhatian pengunjung.

Ternyata, motor yang hadir di pameran mobil ini, merupakan karya dari Retro Classic Cycles yang dimotori oleh Lulut Wahyudi. Ya, Lulut yang dikenal sebagai bike builder, sekaligus penggagas Kustomfest, ternyata salah satu penggemar mobil klasik juga, termasuk Volkswagen.

Nah, dalam gelaran JVWF 2017 ini, Lulut membawa motor kustom dengan dipersenjatai mesin VW 1600 dual port. Selain itu, sang builder juga meracik frame DOM tubing 1,25 dan 1,5 inci, serta sudut rake 30 derajat agar bisa mendudukkan mesin dengan mempertimbangkan akurasi antara dimensi dan bobot mesin untuk menjadi sumber tenaganya.

 

 
 

 

Selain itu, pekerjaan lainnya tentu merancang ulang sistem transmisi, karena dibuat pengoperasiannya seperti mengendarai motor pada umumnya.

Mekanisme kopling misalnya, dipindahkan ke bagian setang secara hidraulic agar bisa dioperasikan layaknya motor. Tentunya, ini butuh modifikasi khusus yang semuanya dikerjakan maraton di Retro Classic Cycles.

Begitu juga halnya dengan transmisi yang ditempatkan di kaki, dengan mekanis khusus sebanyak 4–speed. Sementara transaxle-nya, dikembangkan juga oleh tim Retro Classic Cycles.

"Motor ini saya persembahkan untuk dunia kustom kulture Indonesia, dengan memanfaatkan kesukaan saya terhadap Volkswagen untuk selanjutnya dibuatkan dalam sosok motor kustom," jelas Lulut dalam siaran pers yang diterima Liputan6.com, ditulis Rabu (22/11/2017).

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Artikel Selanjutnya
Touring di Musim Hujan, Persiapkan Hal-Hal Berikut Ini
Artikel Selanjutnya
Ini Lawan Sepadan Honda CRF250 Rally dari Yamaha