Sukses

Freestyler Indonesia Iri, Stuntman Jokowi Adalah Produk Impor

Liputan6.com, Jakarta - Aksi Presiden Joko Widodo mengendarai motor Yamaha FZ1 saat opening ceremony Asian Games 2018 cukup dikenang masyarakat.

Namun perlu dicatat, aksi Jokowi menunggangi Yamaha FZ1 itu bukan dilakukan sendiri, melainkan menggunakan stunt rider asal Thailand, bernama Saddum So.

 

Hal ini pula membuat Pengurus Indonesian Stuntride Association (ISA) Andi Yulianto angkat bicara. Andi yang juga pegiat, pencinta dan eks pelaku stunt rider mengaku sempat mempertanyakan, siapa pria beruntung di balik sepeda motor yang menggantikan Presiden ketika melakukan aksi basic freestyle burnout, acrobatic, dan wheelie.

“Melalui Instagram, saya DM beberapa rekan rekan Stuntrider Indonesia untuk mencari jawaban. Sebagian mereka tidak mengetahui siapa stuntman dalam video tersebut. Tak lama jawaban saya peroleh dari salah satu sahabat saya, Mas Arul, manajer tim Loenpia Xtreme Semarang.

"Saddum, Mas, dari Thailand" diperkuat lagi jawaban dari salah satu Freestyler Indonesia yang sudah berkiprah di Internasional Reza SS,” jelas Andi dalam surat terbuka di akun Facebooknya yang diunggah 22 Agustus 2018.

“Kenapa harus pakai stunt rider dari luar? Itulah pertanyaan saya dan rekan rekan stunt rider Indonesia,” sambung Andi.

 

* Update Terkini Asian Games 2018 Mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru dari Arena Pesta Olahraga Terbesar Asia di Sini

2 dari 4 halaman

Selanjutnya

Andi pun menyayangkan bahwa Creative Director dari Opening Ceremony Asian Games 2018, Wishnutama, tidak mengetahui salah satu freestyler Indonesia yang ternyata jumlah sangat banyak dan tak kalah hebat.

Bahkan, kata Andi, di era digital saat ini, tidak sulit mencari atau survei digital tentang keberadaan stunt rider di Indonesia.

Andi juga menyebutkan, sejumlah klub dengan nama besar yang menghasilkan stunt rider kelas dunia, seperti Popeye Xtreme Bandung, Popeye Xtreme Pekanbaru, Straight Line Jakarta, Loenpia Xtreme Semarang, Jogja Xtreme Rider, Batam Stuntrider, IFC Solo, BOC Boyolali, dan ratusan lainnya.

“Saya meyakini Presiden tidak mengetahui penunjukan stunt rider asal Thailand tersebut. Dengan kesibukan sebagai kepala negara, tidak mungkin mengurusi hal tersebut dan tentunya itu diserahkan dalam ranah tim kreatif dalam hal ini dibawah komando Mas Wishnutama,” ucapnya.

3 dari 4 halaman

Surat Terbuka untuk Wishnutama

SURAT TERBUKA UNTUK WISHNUTAMA (DIREKTUR KREATIF PEMBUKAAN ASIAN GAMES, PRESIDEN DIREKTUR NET MEDIATAMA, CEO KUMPARAN) .

Salam Indonesia Bisa !!! .

Sebuah sajian luar biasa opening Asian Games, dikemas dan di eksekusi sangat apik oleh mas Wishnutama dan team, yang membuat saya dan istri hampir mewek haru menyaksikannya dari layar kaca. Kreatifitas Putra Putri Bangsa mempersembahkan dan mempresentasikan Indonesia yang membuat decak kagum seluruh masyarakat dan tamu negara.

Saya selaku penggiat, pecinta dan eks pelaku stuntrider terkejut dan bangga melihat video opening Presiden ketika akan memasuki Stadion Gelora Bung Karno, dimana ada Scene Presiden melakukan aksi basic freestyle Burnout, Acrobatic dan Wheelie.

Saya sangat terkesima dengan Video Opening tersebut, karena kecenderungan sebagai penggiat olah raga prestasi Freestyle Motor. Timbul pertanyaan saya, “kira kira siapa ya Stuntrider yang menjadi Stuntman Presiden Jokowi ?” alangkah beruntungnya

Melalui Instagram saya DM beberapa rekan rekan Stuntrider Indonesia untuk mencari jawaban, sebagian mereka tidak mengetahui siapa Stuntman dalam video tersebut. Tak lama Jawaban saya peroleh dari salah satu sahabat saya mas Arul manager tim Loenpia Xtreme Semarang, “Saddum mas dari Thailand” diperkuat lagi jawaban dari Salah Satu Freestyler Indonesia yang sudah berkiprah di Internasional Reza SS.

“kenapa harus pakai stuntrider dari luar ?” itulah pertanyaan saya dan rekan rekan stuntrider Indonesia.

Mas Wishnutama, latar belakang sekolah sampean dari SMA sampai kuliah yang selalu diluar negeri mungkin jawaban ketidaktahuan bahwa kita memiliki Komunitas Stuntrider yang berkumpul dalam asosiasi Indonesian Stuntride Association (ISA). Di era gadget, tentu tidak sulit mencari atau survey digital tentang keberadaan Stuntrider di Indonesia.

Kita memiliki klub klub dengan nama besar yang menghasilkan Stuntrider kelas dunia, Popeye Xtreme Bandung, Popeye Xtreme Pekanbaru, Straight Line Jakarta, Loenpia Xtreme Semarang, Jogja Xtreme Rider, Batam Stuntrider, IFC Solo, BOC Boyolali dan nama nama lain berjumlah ratusan dan terlalu banyak jika saya tuliskan disini.

Saya meyakini Presiden tidak mengetahui penunjukan Stuntrider asal Thailand tersebut, dengan kesibukan sebagai kepala negara tidak mungkin mengurusi hal tersebut dan tentunya itu diserahkan dalam ranah tim kreatif dalam hal ini dibawah komando mas Wishnutama.

Sangat disesalkan dengan dipilihnya Saddum Stuntrider asal Thailand yang secara kualitas jauh dibawah Stuntrider Indonesia, berulang kali gelaran Kompetisi Asean Stuntday ataupun Burapa StuntBattle di Thailand selalu nama nama asal Indonesia yang mengibarkan bendera merah putih di podium tertinggi. Reza SS, Wawan Tembong, dan Ghani Grimaldi adalah nama nama langganan pemenang dalam kejuaraan tersebut.

Slogan cintai produk dalam negeri semoga berlaku juga untuk stuntrider asli Indonesia, Stuntrider yang bertahan eksis untuk tetap latihan dengan bekerja sebagai supir truk, sebagai pegawai bengkel, sebagai penjual baju bekas, sebagai mahasiswa kedokteran, sebagai POLRI, Sebagai TNI, sebagai pedagang buah, sebagai tukang urut, sebagai anak sekolahan, sebagai anak jalanan, sebagai tukang reparasi gitar atau dodolan gitar.

Dengan bekerja bisa bertahan eksis untuk tetap berlatih dan mengikuti kompetisi, side job menjadi stuntman atau eksibisi tentu sangat mereka harapkan untuk tetap bertahan dan mengangkat nama untuk lebih dikenal di Indonesia.

Untuk berangkat Kompetisi sebagian mereka harus cari uang sana sini, harus jual Handphone, harus rela ngutang ke bengkel sekedar ganti oli dan ban. Itulah realitas freestyler Indonesia yang sedikit kecewa dengan dipilihnya Stuntman asal Thailand.

kami tertawa ketika sebagian berkomentar bahwa pemilihan Saddum karena posturnya mirip Presiden, Ghani dan Aroel pernah satu bengkel dengan Saddum yang Posturnya ternyata jauh lebih gempal. Alasan Budget tentu tidak masuk akal karena jauh lebih ekonomis harga Stuntrider Indonesia, lagi pula siapa yang tidak mau menjadi Stuntman Presiden Jokowi yang humble dan sangat kami cintai.

Oh iya Mas Wishnu, saya sarankan sampean lihat Stuntrider Indonesia dengan nama nama Ipenk Hanafi, Ari Mundur, Ghani Grimaldi, Revdy yang posturnya kerempeng mirip dengan Pak Presiden dan punya skill jauh di atas Saddum. Atau mungkin jika Pak Prabowo juga butuh Stuntman bisa juga sampean rekomendasikan nama nama Wawan Tembong, Saoqi, Reza SS, Dimas Bangkit yang memiliki badan gempal dan skill yang tidak perlu diragukan

Atau mungkin yang badannya kayak mas Wishnu saya rekomendasikan nama Hary Ramdhani, Capung, Roni Kobo, Tino Cemani, Khanif, Irfan Djancuk, Rindu Simanjuntak atau Kelvin Ansanay?

Satu hal penting terakhir, kami menolak kritikan ini diseret menuju kancah Politik pertarungan Cebong VS Kampret, kami berlepas diri karena kami masih sayang akal sehat kami dan Negara tercinta ini. Murni kritikan ini kami buat agar Stuntrider Indonesia dari sabang sampai merauke dari Miangas sampai Pulau Rote mendapatkan perhatian, agar dunia tau bahwa Indonesia Bisa !!!

Salam

Andi/StuntMagz

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Sore Ini, Atlet Panjat Tebing Indonesia Berpotensi Borong 2 Emas Asian Games 2018
Artikel Selanjutnya
Jadwal Renang Asian Games 2018, Hari Ini