Sukses

Cara Cerdas Parkir Paralel di Tempat Sempit

Liputan6.com, Rio de Janeiro Parkir paralel merupakan mimpi buruk bagi pengemudi yang baru belajar. Bahkan, pengemudi yang sudah berpengalaman juga kesulitan untuk memarkirkan mobil secara paralel di lahan sempit, begitu juga keluar dari parkiran paralel.

Menghadapi hal tersebut, seorang pemilik mobil di Brasil menawarkan solusi parkir paralel dengan mudah melalui video yang diunggah ke media sosial.

Mobil yang digunakan adalah Ford Mondeo generasi ketiga, tidak ada teknologi parkir otomatis seperti mobil canggih kebanyakan.

Dilansir Carscoops, metode parkir yang digunakan melibatkan roda kelima. Roda tersebut diposisikan di dalam bagasi, dan digerakkan oleh motor elektrik oleh sang pengemudi.

Trik tersebut pernah dicetuskan oleh seorang penemu di California tahun 1950-an lalu. Idenya adalah memanfaatkan ban serep yang jarang terpakai saat disimpan. Tujuannya untuk mempermudah saat parkir paralel di lahan sempit.

1 dari 2 halaman

Satu dari Tiga Orang Takut Parkir Paralel

Survei terbaru menunjukkan bahwa ada beberapa kondisi yang membuat orang takut saat berada di balik kemudi. Mereka kurang percaya diri, sehingga butuh waktu lama hingga tujuannya tercapai.

Melansir autoevolution.com, Jumat (21/4/2017), 30 persen, atau setara dengan satu dari tiga orang, menempatkan parkir paralel di urusan teratas. Mereka mengatakan akan sebisa mungkin menghindarinya, dan memilih parkiran lain meski lama.

Parkir paralel memang cukup sulit, apalagi jika dibandingkan dengan parkir serong. Pasalnya, pada parkir seperti ini, pengendara dituntut jeli kala mengambil haluan, agar tidak bersenggolan dengan mobil depan atau belakangnya.

 

 

Rasa takut untuk parkir paralel bahkan semakin besar jika kondisinya sedang tes berkendara. Dua pertiga pengendara mengatakan mereka takut dalam kondisi itu.

Beruntungnya, saat ini sudah banyak tutorial untuk melakukan itu dengan benar, baik dalam bentuk artikel, atau video. Sedikit banyak ini cukup membantu.

Ini adalah hasil survei yang dilakukan oleh Kwik Fit, perusahaan servis mobil yang berbasis di London, Inggris. Survei melibatkan 2.009 orang dewasa.

Kondisi lain yang membuat orang takut saat ada di balik kemudi adalah parkir mundur, sementara di posisi ketiga adalah mulai menginjak gas di tanjakan, terutama saat menggunakan kopling. Jika kurang kemampuan, mobil bisa saja mundur.

Menariknya, ketakutan-ketakutan itu masih tetap ada meskipun seseorang sudah berpengalaman mengendarai mobil bertahun-tahun.

Artikel Selanjutnya
Cara Pemda DKI Genjot Pendapatan Jasa Parkir di Jakarta
Artikel Selanjutnya
Aksi Ribuan Mahasiswa Universitas Jambi Tolak Kebijakan 'Kampus Ala Mal'