Sukses

Mesin Buas Ducati Susah `Akur` dengan Ban Michelin

Liputan6.com, Jerez - Andrea Dovizioso, pembalap Ducati, saat ini ada di posisi 11 klasemen sementara MotoGP. Tentu ini bukanlah pencapaian terbaiknya. Apalagi jika melihat kemampuan kendaraan yang ditunggangi, Ducati Desmosedici.

Lantas, apa sebetulnya yang menjadi faktor belum maksimalnya performa pembalap 30 tahun ini? Dovizioso dalam wawancara dengan Cycleworld mengatakan salah satu hambatan yang masih mengganjal adalah menyelaraskan motor dengan ban Michelin, satu-satunya pemasok ban di MotoGP 2016.

"Kelebihan Desmosedici adalah tenaga, akselerasi, dan kontrol elektronik. Kesulitan muncul saat kami harus mengatur tenaga dengan ban," ujarnya.

Untuk diketahui, Ducati Desmosedici GP menggendong mesin 1.000 cc Liquid-cooled, V4, four-stroke, DOHC, four valves per cylinder yang hasilkan tenaga lebih dari 245 Tk. Kecepatan maksimal yang dihasilkan diklaim lebih dari 340 km/jam.

Dovizioso menambahkan, dengan ban Michelin, timnya tidak bisa memprediksi sirkuit balap mana yang paling mudah ditaklukan. "Perilaku ban sangat berbeda dibanding yang lalu. Anda tidak bisa memprediksinya. Kami juga bisa mencetak hasil baik di trek yang biasanya tidak sesuai dengan gaya saya atau Ducati," tambahnya.

Optimistis

Meski demikian, pembalap asal Italia ini mengaku masih optimistis. "Dengan ban ini kami bisa buat perbedaan. Itu sudah kami buktikan di balap pertama dimana kami mampu bertarung untuk posisi puncak," tambahnya.

Keluhan terhadap ban Michelin sebetulnya bukan muncul kali ini saja. Awal Februari lalu, Dani Pedrosa juga mengeluhkan hal yang sama. Menurutnya, ban Michelin membuat sepeda motor tunggangannya, Honda RC213V, sulit dikendalikan.