55 Transmigran Digembleng Jadi Penggerak Pembangunan Daerah

Sebanyak 55 transmigran penggerak dari Sulawesi Selatan dan Kepulauan Riau mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas di BBPPMT Yogyakarta untuk memperkuat peran sebagai agen pembangunan kawasan transmigrasi.

Diterbitkan 01 Juni 2026, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BBPPMT) Yogyakarta menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas Transmigran Penggerak Angkatan III dan IV yang diikuti 55 peserta dari kawasan transmigrasi di Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan, dan Kota Batam, Kepulauan Riau.

Program yang berlangsung pada 2-8 Juni 2026 itu dibuka secara resmi oleh Kepala BBPPMT Yogyakarta, Tunggak Santosa, di Aula Arjuna, Kantor BBPPMT Yogyakarta, Selasa (2/6/2026).

Sebanyak 30 peserta berasal dari Kawasan Transmigrasi Lagading, Kabupaten Sidenreng Rappang, sementara 25 peserta lainnya berasal dari Kawasan Transmigrasi Tanjung Banon, Kota Batam. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari pelatihan Angkatan I dan II yang telah dilaksanakan pada April lalu.

Dalam sambutannya, Tunggak mengatakan pembangunan transmigrasi saat ini tidak lagi sekadar memindahkan penduduk, melainkan juga membangun kehidupan dan harapan baru bagi masyarakat di kawasan transmigrasi.

“Di era tantangan pembangunan kawasan transmigrasi yang semakin kompleks, kami berharap para peserta tidak hanya menjadi penerima manfaat program, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di daerah masing-masing. Saudara diharapkan menjadi penghubung antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait dalam membangun potensi wilayah,” ujarnya.

Menurut dia, peningkatan kapasitas transmigran merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mendukung lima program unggulan transmigrasi atau 5T, yakni Transmigrasi Tuntas, Transmigrasi Lokal, Transmigrasi Patriot, Transmigrasi Karya Nusantara, dan Transmigrasi Gotong Royong.

Program tersebut diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia (SDM) transmigrasi yang unggul dan berdaya saing, seiring pentingnya peran kualitas SDM dalam mendukung pembangunan kawasan transmigrasi selain pembangunan infrastruktur.

Selama mengikuti pelatihan, peserta akan mendapatkan pembelajaran terkait kemampuan manajerial dan teknis, penguatan kepemimpinan, komunikasi, pemberdayaan masyarakat, hingga penyusunan Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL).

 

Rasakan Asas Manfaat

Tunggak menegaskan manfaat pelatihan akan lebih terasa ketika para peserta kembali ke daerah masing-masing dan menerapkan ilmu yang diperoleh selama mengikuti program.

“Manfaat sesungguhnya dari pelatihan ini bukan hanya selama proses pembelajaran berlangsung, tetapi ketika saudara kembali ke daerah masing-masing dan mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh. Jadikan kegiatan ini sebagai kesempatan untuk belajar, berdiskusi, bertukar pengalaman, memperluas jejaring, serta memperkuat semangat membangun daerah. Karena pada akhirnya, transmigrasi bukan hanya tentang perpindahan tempat, tetapi tentang menciptakan kesempatan baru,” katanya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan pemerintah pusat dan daerah, akademisi, organisasi masyarakat, dunia usaha, serta para kepala Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi dari Banjarmasin, Denpasar, dan Pekanbaru.

  • Berbagai aksi demonstrasi terjadi di Jakarta dan Yogyakarta pada pertengahan Juni 2026, melibatkan mahasiswa dan elemen masyarakat dengan tuntutan beragam serta lokasi yang berbeda.
    Berbagai aksi demonstrasi terjadi di Jakarta dan Yogyakarta pada pertengahan Juni 2026, melibatkan mahasiswa dan elemen masyarakat dengan tuntutan beragam serta lokasi yang berbeda.
    Demo
  • liputan6
    Penggerak utama demo pada Juni 2026 di Jakarta dan Yogyakarta adalah BEM UI, Aliansi Masyarakat Pecinta Polri, Aliansi Mahasiswa Pemerhati Bangsa, dan Aliansi Rakyat Memanggil.
    Penggerak Demo Mahasiswa
  • transmigran