Sekjen Golkar Sarmuji Soroti Program BMK 1957: Harus Relevan dengan Anak Muda

Muspinas III BMK 1957 fokus mengevaluasi program dan menyusun strategi yang relevan untuk menarik generasi muda.

Diterbitkan 19 April 2026, 19:51 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspinas) III Barisan Muda Kosgoro (BMK) 1957 menekankan pentingnya evaluasi program sebagai dasar penyusunan agenda yang relevan dengan kebutuhan generasi muda.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, M. Sarmuji, mengatakan seluruh program organisasi harus disesuaikan dengan perkembangan zaman dan karakter masyarakat, khususnya anak muda.

"Kenapa, sesuatu itu harus relevan dengan masyarakat, sekaligus harus rileks dan relevan dengan zaman. Ya, ini pentingn BMK 1957 adalah Ormas di dalam tubuh yang berafiliasi pada partai Golkar yang bisa menjadi wahana sosialisasi, mengenalkan politik itu apa dengan cara-cara yang mungkin tidak politik," kata Sarmuji usai membuka Muspinas III BMK 1957 di DPP Partai Golkar, Minggu (19/4/2026).

Ia mencontohkan pendekatan yang bisa dilakukan, seperti kegiatan olahraga, musik, hingga program edukatif yang dikemas ringan tanpa pesan politik yang terlalu keras.

"Kalau di kalangan pelajar, kita bisa membuat bimbingan belajar online yang belum banyak dilakukan orang, atau kita bisa mengadakan kursus, wawancara kerja, dan sebagainya tanpa ada pesan-pesan politik yang keras," jelasnya.

Menurut Sarmuji, pendekatan yang bersifat ajakan dan keterlibatan dinilai lebih efektif menarik minat generasi muda terhadap politik.

"Keterlibatan pelan-pelan akan menjadikan seseorang merasa satu frekuensi merasa satu kesamaan perasaan sehingga mereka pelan-pelan akan tertarik pada partai. Kalau gitu, asal kegiatannya relate, dan relevan dengan anak-anak muda di kampus lebih bagus lagi," ujarnya.

 

Usulan Penetapan Agung Laksono Bapak Kosgoro 1957

Sementara itu, Ketua Umum BMK 1957, Kemas Ilham Akbar, menyatakan Muspinas III juga akan membahas usulan penetapan Agung Laksono sebagai Bapak Kosgoro 1957.

"Kami ingin Pak HR Agung Laksono menjadi Bapak Kosgoro 1957, karena jasa-jasa beliau yang bukan hanya melahirkan beserta para pendiri lainnya, tapi juga membesarkan kemudian memberikan perhatian yang luas dan sangat fokus, mengurus semua kader," ungkapnya.

Selain itu, BMK 1957 juga menegaskan dukungan terhadap Sari Yuliati sebagai bakal calon Ketua Umum PPK Kosgoro 1957 dalam musyawarah besar mendatang.

"Dalam proses persidangan, terjadi pembahasan untuk menegaskan dan menguatkan dukungan BMK 57 yang sudah dilakukan kepada bu Sari Yuliati beberapa waktu lalu," kata Ilham.

Ilham menambahkan, BMK 1957 telah menjalankan berbagai program berbasis minat anak muda, seperti olahraga, musik, dan film.

"Kita dulu pernah menyelenggarakan solidarity sport fest. Dalam satu pekan dilakukan kegiatan olahraga, acara band dan fashion show. Kita melibatkan seluruh unsur pemuda," tuturnya.

Ketua Umum PPK Kosgoro 1957, Dave Akbarshah Fikarno Laksono, berharap Muspinas III dapat memperkuat konsolidasi organisasi menjelang musyawarah besar serta menyelaraskan program dengan kebijakan partai.

"Semua program-program pemerintah yang jelas diciptakan untuk kepentingan masyarakat demi kemajuan bangsa dan negara maka kita semua termasuk BMK 1957 harus mengawalinya," tegasnya.

Ia menambahkan, penguatan organisasi ini juga menjadi bagian dari persiapan memenangkan Partai Golkar pada Pemilu 2029.

Sementara itu, Ketua Penyelenggara Muspinas III BMK 1957, Rizky Maulana, berharap kegiatan yang berlangsung pada 19–20 April 2026 tersebut dapat berjalan lancar dan menghasilkan rekomendasi strategis.

"Kita fokusnya ke rencana pelaksanaan Mubes, kita juga mau memberikan usulan rekomendasi bapak HR Agung Laksono sebagai Bapak Kosgoro 1957," pungkasnya.