LLDIKTI Soroti Pengukuhan 2 Guru Besar Atma Jaya, Bukti Akademik Sehat

LLDIKTI menilai pengukuhan dua guru besar Unika Atma Jaya menunjukkan proses akademik yang sehat dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Diterbitkan 18 April 2026, 06:12 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III DKI Jakarta, Henri Togar Hasiholan Tambunan, menilai pengukuhan dua guru besar di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya menjadi bukti proses akademik dan pembinaan sumber daya manusia berjalan baik.

Menurut Henri, kedua profesor yang dikukuhkan memiliki kepakaran yang relevan dengan perkembangan zaman, yakni di bidang linguistik serta bisnis dan manajemen.

Ia menjelaskan, bidang bahasa berperan penting dalam membangun pemahaman lintas budaya dan literasi kritis, terutama di tengah perkembangan kecerdasan buatan.

Sementara itu, bidang bisnis dan manajemen dinilai menjadi fondasi penting dalam menghadapi dinamika ekonomi global.

“Teori manajemen tidak lagi berhenti di buku teks, tetapi harus mampu solusi nyata dan nilai tambah yang bagi dunia usaha,” ujar Henri dalam keterangannya, Sabtu (18/4/2026).

Pengukuhan tersebut juga disebut sebagai komitmen kampus dalam memperkuat kontribusi akademik yang adaptif dan berdampak bagi masyarakat.

 

Pesan untuk Dua Profesor

Unika Atma Jaya diketahui mengukuhkan dua guru besar, yakni Prof. Dr. Yasintha Soelasih dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Prof. Christine Manara, Ph.D. dari Fakultas Pendidikan dan Bahasa.

Prosesi pengukuhan digelar di Kampus Semanggi pada 8 April 2026, dibuka oleh Rektor Unika Atma Jaya Yuda Turana dan dipimpin Ketua Dewan Guru Besar Laura F. N. Sudarnoto.

Rektor Yuda Turana menegaskan, pengukuhan profesor merupakan bentuk tanggung jawab untuk menghadirkan ilmu yang tidak hanya tinggi secara akademik, tetapi juga berdampak bagi masyarakat.

“Pesan saya kepada dua Profesor baru kita dan para calon Profesor di masa depan, jadilah ilmuwan kelas dunia, namun tetap hadir bagi mereka yang membutuhkan. Bawalah ilmu keluar dari ruang kelas dan jurnal menjadi solusi bagi bangsa,” tuturnya.