Narasi Kekacauan Negara Tanpa Dasar, Ekonomi Indonesia Tetap Stabil dan Terkendali

Di tengah tekanan global yang masih berlangsung, mulai dari dinamika geopolitik hingga isu energi, kondisi Indonesia saat ini relatif stabil dibandingkan sejumlah negara lain.

Diterbitkan 12 April 2026, 22:44 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pengamat politik sekaligus Founder Literasi Politik Indonesia, Ujang Komarudin, mengingatkan agar narasi terkait potensi kekacauan negara tidak disampaikan tanpa dasar yang jelas.

Menurutnya, adanya narasi bakal terjadinya kekacauan dalam beberapa bulan ke depan berpotensi memengaruhi persepsi publik serta stabilitas sosial.

"Jangan sampai negara yang stabil ini, negara yang aman ini justru dikomentari atau ditakuti-takuti dengan tuduhan-tuduhan soal potensi chaos Juli dan Agustus seperti itu,” kata Ujang di Jakarta, Minggu (12/4/2026).

Dia menilai, di tengah tekanan global yang masih berlangsung, mulai dari dinamika geopolitik hingga isu energi, kondisi Indonesia saat ini relatif stabil dibandingkan sejumlah negara lain.

Berdasarkan data resmi, kondisi makro ekonomi Indonesia, hingga awal 2026 masih menunjukkan stabilitas relatif. Badan Pusat Statistik (BPS) dalam laporan resminya 2 Februari 2026 lalu mencatat inflasi tahunan sebesar 3,55 persen pada Januari 2026 dan meningkat menjadi sekitar 4,76 persen pada Februari 2026.  

 

Relatif Masih Terkendali

Meski mengalami kenaikan, angka tersebut masih berada dalam kisaran yang dinilai terkendali dibandingkan tren historis. Dari sisi pertumbuhan ekonomi, BPS melaporkan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen.

Tak hanya itu, Bank Indonesia dalam Laporan Perekonomian Indonesia 2025 yang dirilis pada 28 Januari 2026 juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional pada 2026 berada di kisaran 4,9 persen hingga 5,7 persen, didorong oleh kesinambungan kebijakan fiskal dan moneter.

"Di tengah kelangkaan BBM di dunia, Indonesia hari ini masih nyaman, terkendali, dan masyarakat tetap beraktivitas seperti biasa,” ujarnya.

Meski begitu, perkembangan kondisi ekonomi dan sosial tetap perlu dipantau secara berkala, terutama di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung.  

Namun hingga saat ini, indikator ekonomi utama menunjukkan bahwa stabilitas nasional masih terjaga.

Istana Anggap Narasi Keliru

Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya membantah tegas isu yang menyebutkan Indonesia akan chaos atau kacau dalam waktu dekat. Dia menegaskan, hal tersebut merupakan narasi yang keliru.

"Saya mau luruskan beberapa isu, tadi ada pertanyaan, jadi beberapa waktu lalu sempat ada isu yang menyampaikan bahwa dalam waktu dekat Indonesia akan chaos. Itu adalah narasi yang keliru," ujar Sesakb Teddy kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Dia memastikan, Indonesia saat ini dalam kondisi terkendali di tengah konflik global dan Timur Tengah. Hal ini, lanjut Teddy, dapat terlihat dari tak adanya kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi disaat banyak negara yang sedang mengalami kesulitan.

"Tidak ada itu, chaos-chaos. Yang ada adalah semuanya terkendali. Buktinya apa? Satu, di tengah konflik global dan dampak di Timur Tengah, perang di Timur Tengah, banyak sekali negara yang menaikkan harga BBM, kesulitan BBM, tapi justru Presiden Prabowo memutuskan untuk tidak menaikkan harga BBM subsidi sama sekali," ucap dia.

"Itu fakta. Anda bisa lihat sendiri di negara tetangga dan negara sekitar," sambung Teddy.