Ketika Mimpi ke Tanah Suci Terwujud

Cerita mereka yang berkesempatan ke Tanah Suci.

Diterbitkan 09 November 2025, 19:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Seorang perempuan bergamis dilapisi mukena putih bermotif warna oranye tampak duduk di depan sebuah hotel di Mekah, Arab Saudi. Imamah Irawati namanya. Wajah semringah terpancar darinya yang tengah bersiap pergi ke Masjidil Haram untuk kesekian kali menunaikan ibadah.

Wanita berumur 38 tahun asal Pamekasan, Madura ini tak pernah berpikir mimpi pergi ke Tanah Suci terkabul dengan cepat. Jalan terbuka justru diraih dari imbal hasil jerih payahnya berjualan kosmetik di daerah tempatnya tinggal.

Dia adalah salah satu dari dari 382 peserta yang diberangkatkan ke Tanah Suci melalui program Umroh Satu Pesawat dari BTPN Syariah. Perjalanan rohani yang diberikan kepada nasabah dan karyawan terpilih ini berlangsung pada 3 sampai 11 November 2025. "Saya senang sekali tidak pernah bermimpi umroh. Mikir tidak mungkin dulu," ujar dia di Mekah.

Imamah bercerita dulu merupakan penjual (sales) kosmetika. Kerap mengambil barang jualan dari orang yang dia panggil 'Bos'. Sekian lama bekerja di bawah naungan orang, kemudian muncul keinginan membangun usaha sendiri. Balik kampung menjadi pilihannya.

Dari usaha mandiri ini dia mengenal BTPN Syariah yang memberikannya pembiayaan. Mulai dari 2 juta dan terus bertambah menjadi modal berjualan kosmetik. Loyalitas sebagai nasabah bersama kelompoknya, dia pun bisa menunaikan ibadah umroh.

Perasaan kaget tak tergambarkan juga diungkapkan Juli Firna. Salah satu Community Officer asal Aceh. Wanita lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) ini tak menyangka bisa pergi ke Tanah Suci.

Dia mengaku sudah 2 tahun bekerja sebagai CO. Tugasnya berhubungan langsung dengan nasabah memberikan pendampingan dan bimbingan agar pembiayaan yang diberikan kepada para perempuan di wilayahnya tepat sasaran.

Juli tak sendiri, dia menunaikan ibadah umroh bersama dengan 13 nasabah dari Aceh. "Waktu itu saya dikasih surat dari Business Coach soal pergi umroh ini," jelas dia.

Juli mengaku tak menyangka di usia belia bisa pergi umroh. Demikian pula dengan respons keluarga. Hal yang dinilai menjadi salah satu bagian dari reward pekerjaan yang dijalaninya.

Berbagai Kegiatan

Para jemaah umroh terbagi dalam beberapa kelompok dengan tujuan lebih memudahkan pelaksanaan ibadah.

Selama di Tanah Suci, berbagai kegiatan dijalani para jemaah, selain menunaikan ibadah umroh. Melaksana shalat wajib hingga sunah di Masjidil Haram hingga Masjid Nabawi.

Adapula kegiatan lain seperti mendatangi percetakan Alquran, mengunjungi masjid di Madinah, salah satunya Masjid Quba hingga ke Jabal Uhud. Menapaki jejak Rasulullah dan sahabatnya.

Heryandi, Ketua Panitia Umroh Satu Pesawat BTPN Syariah 2025 mengatakan, kegiatan ini sejatinya sudah berlangsung sejak 2019.

"Ini sebagai bentuk apresiasi kepada nasabah penbiayaan maupun pendanaan yang sudah cukup memberikan kotribusi ke BTPN Syariah. Selain itu juga terdiri dari beberapa karyawan terbaik dari MMS sampai pusat di semua lini," jelas dia.

Dia mengungkapkan, ke depan kegiatan umroh akan terus berlanjut sebab sudah menjadi budaya. Harapannya, ke depan pelaksanaan akan lebih baik.

 

Memberangkatkan 800 Nasabah

Sebelumnya, jajaran manajemen BTPN Syariah melepas keberangkatan jemaah pada Senin, 3 November 2025. Komisaris BTPN Syariah Mulya Effendi Siregar mengatakan program ini merupakan apresiasi atas konsistensi seluruh nasabah pembiayaan dalam menerapkan empat perilaku unggul, yakni Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras, dan Saling Bantu (BDKS), serta menginspirasi warga sekitar. Perilaku unggul inilah yang menjadi kunci bagi masyarakat inklusi dapat tumbuh dan bertahan dalam berbagai situasi.

Selain nasabah, BTPN Syariah juga memberikan apresiasi umrah gratis kepada karyawan, khususnya Community Officer (CO) yang merupakan garda terdepan Bank dalam melayani masyarakat inklusi. Apresiasi ini diberikan sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan kerja keras mereka dalam mendampingi ibu-ibu nasabah inklusi.

Dalam memberdayakan masyarakat inklusi, BTPN Syariah senantiasa membuka kesempatan kepada seluruh pihak untuk turut terlibat menjadi manfaat bagi semua umat. Pada tahun ini, nasabah pendanaan turut serta dalam Program Umrah Satu Pesawat untuk bersama-sama menjalankan umrah dengan nasabah pembiayaan. Nasabah pendanaan terlibat dalam memberdayakan segmen ultra mikro dengan menempatkan dananya di BTPN Syariah, di mana sepenuhnya dana yang dihimpun disalurkan kepada nasabah pembiayaan. 

“Program Satu Umrah Satu Pesawat ini merupakan apresiasi kami kepada nasabah yang terus menerapkan perilaku unggul BDKS, disiplin hadir di kumpulan, dan berdampak bagi lingkungan. Dengan demikian, jika biasanya nasabah duduk bersama di kumpulan, Insya Allah duduk bersama di depan Ka’’bah, beribadah bersama di Tanah Suci,” ungkap Mulya dalam seremoni pelepasan Program Umrah Satu Pesawat di Hotel Neo+ Airport Jakarta, Senin (3/11/2025). 

Pemberian apresiasi ini melanjutkan program sebelumnya, di mana tahun ini, BTPN Syariah kembali memberangkatkan sentra nasabah atau kumpulan yang memiliki tingkat kedisiplinan tinggi, kompak satu sama lain, dan menjadi sumber inspirasi bagi kumpulan lain atau warga sekitar.

Pada 2024, BTPN Syariah hanya memberangkatkan 10 sentra nasabah, kemudian meningkat signifikan menjadi 18 sentra pada 2025. Secara keseluruhan, Bank telah memberangkatkan lebih dari 800 nasabah ke Tanah Suci sejak 2019 melalui Program Umrah Satu Pesawat dari berbagai daerah, mulai dari Aceh sampai NTT. 

 “Kami berharap ibu-ibu nasabah dapat berbagi kisah inspiratif dari Tanah Suci dan terus menularkan semangat disiplin serta kekompakan di setiap kumpulan yang dilakukan dua minggu sekali. Nasabah kami tumbuh dari semangat dan perilaku unggul yang mereka jalani setiap hari. Melalui kumpulan, mereka tidak hanya menabung atau mendapatkan pembiayaan, tetapi juga belajar, berbagi, dan saling menguatkan,” jelas Mulya.