Sukses

Hindari 7 Kesalahan Pengasuhan Ini, Agar Tidak Menghancurkan Mental Anak

Liputan6.com, Jakarta Menjadi seorang orang tua memanglah tidak mudah. Tidak ada kelas yang bisa diikuti oleh orang tua untuk mengajari anak.

Orang tua lah yang memiliki kontrol untuk mengasuh dan mengajari anak mereka. Sehingga apa yang diajarkan oleh orang tua, mau itu baik atau buruk akan selalu diingat anak.

Anak-anak yang memiliki mental kuat, lebih siap untuk menangani masalah masa depan mereka sendiri. Penelitian menemukan bahwa mereka juga lebih mungkin terlibat saat di sekolah dan pekerjaan pada masa depan.

Lantas bagaimanakah pola asuh yang benar untuk orang tua agar terhindar dari kerusakan mental anak?

Mengutip dari cnbc, Rabu (2/9/2020) berikut kesalahan umum yang bisa Anda hindari agar tidak menghancurkan mental anak

1. Meminimalkan perasaan anak

Anak-anak perlu tahu bahwa mengekspresikan dan membicarakan emosi mereka itu sehat. Jika anak Anda menunjukkan ekspresi ketakutan maka tanyakan apa yang membuat mereka merasa lebih baik lagi.

Ini mengajari mereka cara mengelola dan mengatasi emosi sendiri. Tujuannya adalah membantu mereka mempraktikkan solusi brainstorming sampai mereka menemukan sesuatu yang berhasil.

2 dari 3 halaman

Kesalahan umum lainnya

2. Selalu menyelamatkan mereka dari kegagalan

Sebagai orang tua, sulit untuk melihat anak berjuang melalui banyak tantangan yang Anda tahun dapat diatasi dengan mudah untuk mereka.

Kegagalan adalah bagian besar dari kesuksesan. Jika anak-anak tidak pernah diberi kesempatan untuk mempelajari kegagalan, maka mereka tidak akan pernah \ bangkit kembali setelah mengalami kemunduran.

3. Terlalu memanjakan anak Anda

Anak menyukai suatu hal baru, dan orang tua senang untuk memberikan kepada mereka. Tetapi penelitian menunjukkan Ketika Anda memberikan apapun yang mereka inginkan, maka akan kehilangan keterampilan yang berkiatan dengan kekuatan mental seperti disiplin diri.

Anda ingin anak Anda tumbuh dengan mengetahui bahwa mereka dapat mencapai apa yang mereka inginkan jika berhasil, seperti melakukan pekerjaan rumah untuk meningkatkan uang saku.

4. Mengharapkan kesempurnaan

Wajar jika Anda ingin anak-anak untuk mencapai tujuan besar dan menjadi yang terbaik dalam segala hal, tetapi bukan seperti itu cara kerjanya. Menetapkan standar prospek yang terlalu tinggi dapat menyebabkan masalah harga diri dan kepercayaan diri di kemudian hari.

Bangun kekuatan mental anak Anda dengan memastikan ekspetasi realitas, jika tidak berhasil mendapatkan apa yang diinginkan maka kemunduran yang mereka hadapi akan mengajarkan mereka pelajaran hidup yang berharga.

 

 

3 dari 3 halaman

5. Memastikan mereka selalu merasa nyaman

Ada banyak hal yang mungkin membuat anak Anda merasa tidak nyaman, terutama Ketika harus melakukan sesuatu yang baru. Tapi seperti kegagalan, merangkul momen tidak nyaman dapat meningkatkan kekuatan mental.

Bantu mereka memulainya karena itu bagian tersulit. Ketika mereka mengambil Langkah pertama, mereka mungkin menyadari bahwa tidak sesulit yang mereka kira dan mereka mungkin akan menjadi ahli dalam melakukannya.

6. Tidak menetapkan batasan orang tua – anak

Anda ingin anak membuat keputusannya secara sendiri, tetapi mereka juga perlu tahu Anda adalah bosnya. Mengalah dan membiarkan aturan terlalu sering dinegosiasikan dapat menyebabkan perebutan kekuasaan antara Anda dan anak.

7. Tidak menjaga dirimu sendiri

Semakin tua usia Anda, semakin sulit mempertahankan kebiasaan sehat. Itulah mengapa penting untuk mencontohkan kebiasaan perawaran diri untuk anak Anda.

 

Reporter: Tasya Stevany