Sukses

Rois Perekrut Jaringan Kelompok Azahari

Liputan6.com, Jakarta: Kepala Polri Jenderal Polisi Da`i Bachtiar telah membenarkan bahwa pihaknya telah menangkap sejumlah tersangka pengeboman, salah satunya yakni Rois. Jika benar, penangkapan terhadap Rois alias Iwan Darmawan alias Hendi alias Agaf ini bermakna penting bagi Polri dalam mengungkap jaringan pengeboman di Tanah Air, termasuk di depan Kantor Kedutaan Besar Australia, Kuningan, Jakarta Selatan, 9 September silam. Selain itu, Rois yang termasuk tersangka paling diburu Polri ini dikenal dekat dengan dua dalang pengeboman, yakni Doktor Azahari Husin dan Noordin M. Top.

Rois dikabarkan ditangkap oleh Tim Detasemen 88 Markas Besar Polri. Namun lokasi penangkapannya hingga kini belum jelas. Ada yang menyebutkan bahwa Rois dibekuk bersama sejumlah tersangka pengebom lainnya di kawasan Sukabumi, Jawa Barat [baca: Sejumlah Tersangka Pengebom Kuningan Ditangkap di Sukabumi]. Tapi ada sumber lain yang mengatakan bahwa Rois dibekuk saat berada di sebuah warung internet di kawasan Institut Pertanian Bogor, Jabar, sepekan sebelum Lebaran. Saat itu Rois sedang bersama dua rekannya, salah satunya berinisial Fa.

Menurut data Mabes Polri, dalam Kasus Bom Kuningan, Rois berperan sebagai perekrut untuk melaksanakan bom bunuh diri. Terbukti, pelaku bom bunuh diri itu adalah Heri Golun--orang yang selama ini memang dibina oleh Rois untuk meledakkan Kedubes Australia.

Selain menjadi tokoh kunci dalam Kasus Bom Kuningan, Rois juga diduga berperan dalam peledakan bom di Bali dan Hotel J.W. Marriott, Jaksel. Mengingat pentingnya peran Rois dalam kasus-kasus pengeboman itulah polisi kemudian menetapkannya sebagai buronan berhadiah Rp 500 juta [baca: Hadiah Rp 1 Miliar untuk Keberadaan Noordin dan Azahari]. Apalagi ditengarai sebelum tertangkap keberadaan Rois masih bersama-sama dengan Azahari dan Noordin. Lokasi tempat tinggal mereka selama ini selalu berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain. Mulai dari kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, hingga ke Cikampek, Jabar.(DEN/Tim Liputan 6 SCTV)