Liputan6.com, Jakarta: Casingkem, tenaga kerja wanita Indonesia yang sempat disandera kelompok bersenjata di Irak mengatakan, masih ada dua TKI lainnya yang ikut disergap. Namun, hingga dirinya dibebaskan, Casingkem tak mengetahui keberadaan kedua TKI itu. Casingkem menyampaikan hal itu ketika bertemu Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Sri Redjeki Sumaryoto di Jakarta, Jumat (8/10) siang.
Casingkem menuturkan, dirinya dibawa kelompok penyandera dari Yordania menuju Irak dengan menggunakan sebuah mobil. Di dalam mobil itulah, ia bertemu tiga TKI lainnya, termasuk Istiqomah. Namun saat penyanderaan terjadi, ia hanya bertemu Istiqomah. Dia tidak mengetahui nasib kedua TKI yang tidak diketahui identitasnya itu.
TKW asal Desa Bongas, Indramayu, Jawa Barat, itu mengaku trauma atas kejadian yang menimpa dirinya. Casingkem memutuskan untuk menjadi TKI karena ingin memperbaiki kehidupan keluarganya yang pas-pasan. Namun karena kejadian itu, ia mengaku kapok dan tidak ingin lagi bekerja di luar negeri. "Kapok Mas. Tadinya ingin membantu suami dan keluarga. Kami ini kan orang tidak mampu," kata Casingkem, seusai diterima Sri Redjeki [baca: Casingkem: "Mobil Kami Ditembaki"].
Jika Casingkem bertemu Sri Redjeki, Istiqomah yang ditemani saudara serta pejabat Pemerintah Kabupaten Banyuwangi ikut menjemput mantan Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur di Bandar Udara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten. Gus Dur baru kembali dari kunjungan ke beberapa negara, termasuk dari rencana kunjungan ke Irak untuk membantu pembebasan Istiqomah dan Casingkem dari penyanderaan.
Seperti diketahui, pemerintah memang telah meminta bantuan Gus Dur untuk membebaskan Istiqomah dan Casingkem [baca: Pembebasan Sandera Bukan Jasa Abu Bakar Ba`asyir]. Ini karena Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa itu memiliki kedekatan dengan tokoh-tokoh Timur Tengah. Gus Dur pun akhirnya berangkat ke Irak dan sempat berbicara di televisi setempat untuk menyerukan pembebasan keduanya. Namun, belum sampai bertemu dengan pemimpin di Negeri 1001 Malam, kedua wanita yang disandera itu ternyata dibebaskan. Gus Dur menduga para penyandera itu mengerti atas imbauan dirinya dan Presiden Megawati Sukarnoputri bahwa mereka telah salah tangkap. "Akhirnya menurut bacaan saya, sana [penyandera] jadi ngerti mereka salah sandera, akibat sandera kita ini dibebaskan," kata Gus Dur.(DEN/Tim Liputan 6 SCTV)
Casingkem menuturkan, dirinya dibawa kelompok penyandera dari Yordania menuju Irak dengan menggunakan sebuah mobil. Di dalam mobil itulah, ia bertemu tiga TKI lainnya, termasuk Istiqomah. Namun saat penyanderaan terjadi, ia hanya bertemu Istiqomah. Dia tidak mengetahui nasib kedua TKI yang tidak diketahui identitasnya itu.
TKW asal Desa Bongas, Indramayu, Jawa Barat, itu mengaku trauma atas kejadian yang menimpa dirinya. Casingkem memutuskan untuk menjadi TKI karena ingin memperbaiki kehidupan keluarganya yang pas-pasan. Namun karena kejadian itu, ia mengaku kapok dan tidak ingin lagi bekerja di luar negeri. "Kapok Mas. Tadinya ingin membantu suami dan keluarga. Kami ini kan orang tidak mampu," kata Casingkem, seusai diterima Sri Redjeki [baca: Casingkem: "Mobil Kami Ditembaki"].
Jika Casingkem bertemu Sri Redjeki, Istiqomah yang ditemani saudara serta pejabat Pemerintah Kabupaten Banyuwangi ikut menjemput mantan Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur di Bandar Udara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten. Gus Dur baru kembali dari kunjungan ke beberapa negara, termasuk dari rencana kunjungan ke Irak untuk membantu pembebasan Istiqomah dan Casingkem dari penyanderaan.
Seperti diketahui, pemerintah memang telah meminta bantuan Gus Dur untuk membebaskan Istiqomah dan Casingkem [baca: Pembebasan Sandera Bukan Jasa Abu Bakar Ba`asyir]. Ini karena Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa itu memiliki kedekatan dengan tokoh-tokoh Timur Tengah. Gus Dur pun akhirnya berangkat ke Irak dan sempat berbicara di televisi setempat untuk menyerukan pembebasan keduanya. Namun, belum sampai bertemu dengan pemimpin di Negeri 1001 Malam, kedua wanita yang disandera itu ternyata dibebaskan. Gus Dur menduga para penyandera itu mengerti atas imbauan dirinya dan Presiden Megawati Sukarnoputri bahwa mereka telah salah tangkap. "Akhirnya menurut bacaan saya, sana [penyandera] jadi ngerti mereka salah sandera, akibat sandera kita ini dibebaskan," kata Gus Dur.(DEN/Tim Liputan 6 SCTV)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520488/original/002175600_1782447973-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T112427.080.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261577/original/041528400_1781746737-WhatsApp_Image_2026-06-18_at_07.45.19.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5164799/original/043621100_1742183216-dbe96acd3b3529457b7c0146890290a1.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/424453/original/081004cCasingkem1.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8530300/original/023508000_1782462492-AP26175847717345.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528304/original/000911800_1782459714-AP26177049351866.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5448078/original/040755400_1765983961-Barcelona-Pau-Cubarsi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524757/original/078321100_1782454482-AP26176835585287.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524143/original/085744300_1782453577-Yuto_Nagatomo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520782/original/001156700_1782448403-turki.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5378177/original/005816700_1760215354-Spain_s_Mikel_Oyarzabal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257100/original/080406300_1781208059-selebrasi_julian_quinones_meksiko_afrika_selatan_ap_eduardo_verdugo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520243/original/086003700_1782447581-063_2283364709.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519978/original/083186800_1782447080-063_2283364620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264064/original/002049400_1782077143-kevin.jpg)