Liputan6.com, Madiun: Rusman dan istrinya tidak yakin anaknya Jabir terlibat dalam peledakan bom di depan Kedutaan Besar Australia di Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis pekan silam. Meski polisi menduga pelaku pengeboman salah satunya mengarah pada Jabir, ia dan istrinya--Marihatin--tetap tidak percaya dan berusaha tetap tegar. Ketidakyakinan itu diungkapkan Rusman saat ditemui SCTV di rumahnya di Dusun Mojorejo, Desa Mojorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, baru-baru ini.
Dia mengakui telah mendengar informasi jika anaknya Gempur Budi Angkoro alias Cabir alias Jabir terlibat aksi bom bunuh diri. Rusman juga menuturkan sudah dua bulan anaknya itu tidak pernah pulang. Bahkan tidak ada komunikasi sama sekali. Selama ini Rusman cuma tahu kalau Jabir mengajar di Pondok Pesantren Darul Husada, Boyolali, Jawa Tengah. Lantaran itulah, Rusman sangsi apabila anaknya yang nomor tiga dari empat bersaudara adalah eksekutor bom bunuh diri. Apalagi, Rusman menambahkan, Jabir adalah anak yang pendiam dan sopan.
Perlu diketahui pula, keluarga Rusman juga memiliki hubungan keluarga dengan Faturrahman al Ghozi, yang tewas ditembak di Filipina. Al-Ghozi, tersangka ahli bom Jamaah Islamiyah yang kabur dari penjara Filipina itu dilaporkan tewas, Oktober tahun silam. Kepastian tewasnya Al-Ghozi ini diumumkan Wakil Kepala Staf Angkatan Bersenjata Letnan Jenderal Rodolfo Garcia di Manila [baca: Al-Ghozi Tewas Ditembak].
Sedangkan dari Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre (MMC), Kuningan, Jaksel, dilaporkan masih terdapat sebelas korban ledakan yang sedang dirawat. Lima di antaranya telah diperbolehkan pulang. Namun, hingga kemarin, keluarga mereka belum menjemputnya. Sementara enam orang lainnya, yaitu Saparudin, Sujarwo, Syamsi, Rendi, dan dua personel Brigade Mobil masih menjalani perawatan medis.
Menurut juru bicara RS MMC, dokter Maria Theresia, dua anggota Brimob itu kondisinya memang sangat memprihatinkan. Hingga kini, Brigadir Kepala Polisi Diki Maulana dan Bhayangkara Dua Polisi Wahyu dirawat di ruang intensive care unit (ICU) [baca: Dua Polisi Korban Bom Kuningan Kritis].(JUM/Tim Liputan 6 SCTV)
Dia mengakui telah mendengar informasi jika anaknya Gempur Budi Angkoro alias Cabir alias Jabir terlibat aksi bom bunuh diri. Rusman juga menuturkan sudah dua bulan anaknya itu tidak pernah pulang. Bahkan tidak ada komunikasi sama sekali. Selama ini Rusman cuma tahu kalau Jabir mengajar di Pondok Pesantren Darul Husada, Boyolali, Jawa Tengah. Lantaran itulah, Rusman sangsi apabila anaknya yang nomor tiga dari empat bersaudara adalah eksekutor bom bunuh diri. Apalagi, Rusman menambahkan, Jabir adalah anak yang pendiam dan sopan.
Perlu diketahui pula, keluarga Rusman juga memiliki hubungan keluarga dengan Faturrahman al Ghozi, yang tewas ditembak di Filipina. Al-Ghozi, tersangka ahli bom Jamaah Islamiyah yang kabur dari penjara Filipina itu dilaporkan tewas, Oktober tahun silam. Kepastian tewasnya Al-Ghozi ini diumumkan Wakil Kepala Staf Angkatan Bersenjata Letnan Jenderal Rodolfo Garcia di Manila [baca: Al-Ghozi Tewas Ditembak].
Sedangkan dari Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre (MMC), Kuningan, Jaksel, dilaporkan masih terdapat sebelas korban ledakan yang sedang dirawat. Lima di antaranya telah diperbolehkan pulang. Namun, hingga kemarin, keluarga mereka belum menjemputnya. Sementara enam orang lainnya, yaitu Saparudin, Sujarwo, Syamsi, Rendi, dan dua personel Brigade Mobil masih menjalani perawatan medis.
Menurut juru bicara RS MMC, dokter Maria Theresia, dua anggota Brimob itu kondisinya memang sangat memprihatinkan. Hingga kini, Brigadir Kepala Polisi Diki Maulana dan Bhayangkara Dua Polisi Wahyu dirawat di ruang intensive care unit (ICU) [baca: Dua Polisi Korban Bom Kuningan Kritis].(JUM/Tim Liputan 6 SCTV)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5136323/original/018303500_1739855855-cek_fakta_keroncong.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306409/original/068173500_1784877920-cek_fakta_-_pendaftaran_CPNS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5342869/original/054403100_1757402619-IMG-20250909-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/422951/original/160904aBomRusman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)