Sukses

Derita Resti, Mantan TKW di Riyadh

Liputan6.com, Brebes: Kasus penganiayaan tenaga kerja wanita (TKW) asal Indonesia kembali terungkap. Kejam mungkin kata yang dapat menggambarkan perlakuan majikan Resti, TKW asal Desa Kalepandan, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Majikannya di Riyadh, Arab Saudi, tega menabrak Resti hingga kaki kanannya diamputasi.

Resti yang sempat mengecap manisnya mengais rezeki sebagai pembantu rumah tangga selama enam tahun di Riyadh, kini, tidak dapat berbuat apa-apa. Ibu tiga anak itu mengatakan, musibah terjadi awal April 2003. Ketika itu dia tengah menurunkan barang belanjaan majikan, Nowal al-Anzi dari bagasi kendaraan. Tiba-tiba, anak sulung Al-Anzi memundurkan mobil yang dikendarainya hingga menimpa Rasti. Sejak kejadian itu, Resti mengalami patah patah tulang dari kaki sampai paha.

Perempuan berambut pendek ini sempat dirawat di rumah sakit. Selang dua bulan, dia dipulangkan ke Tanah Air. Saat kebali Resti dibekali uang sebesar Rp 50 juta sebagai biaya pengobatan. Selain itu, sang majikan berjanji memberikan santunan selama setahun dan memenuhi gaji hingga berakhirnya masa kontrak. Namun hingga kini, janji itu tak dipenuhi Al-Anzi. Resti mengaku tidak dapat berbuat banyak karena sisa tabungan selama bekerja di luar negeri telah habis untuk biaya hidup keluarga.

Penderitaan memang seolah menjadi sahabat sejumlah TKI. Seorang TKI asal Desa Karangpatri, Kecamatan Karangpatri, Bekasi, Jawa Barat, juga pulang dengan badan penuh luka. Asmana alias A`as melarikan diri lantaran tak kuat menahan derita. Ia sering dianiaya majikan di Arab Saudi. Dengan bantuan Kedutaan Besar Indonesia di Arab, A`as bisa pulang kampung [baca: A`as Pulang Membawa Derita].(DNP/Sugihartono dan Budi Harto)

    Momen Pertemuan Ahok dan Anaknya

    Tutup Video