Prabowo Ingin Rekrutmen TNI-Polisi Diubah: Boleh Pakai Kacamata Asal Pintar

Prabowo ingin rekrutmen prajurit TNI dan polisi tak lagi mengedepankan fisik saja, namun juga mengutamakan intelektual.

Diterbitkan 07 Oktober 2026, 18:31 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Politik dan Keamanan Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman menyampaikan sejumlah hal yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat memberikan taklimat kepada perwira tinggi 800 TNI-Polri di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (7/10/2026). Salah satu hal yang dibahas yakni, mengenai sistem rekrutmen TNI-Polisi.

Dudung mengatakan Prabowo ingin rekrutmen prajurit TNI dan polisi tak lagi mengedepankan fisik saja, namun juga mengutamakan intelektual. Dia menyebut ke depannya tentara dan polisi diperbolehkan memakai kacamata asalkan pintar.

"Kemudian harus menyiapkan juga secara profesional baik sistem rekrutmen ke depan itu adalah tidak serta melihat tentang fisik, tetapi adalah intelektual. Jadi kalau misalnya masuk tentara, polisi pakai kacamata juga boleh, tapi dia pinter," kata Dudung usai menghadiri taklimat Prabowo ke 800 perwira tinggi 800 TNI-Polri di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Dia mengatakan bahwa tantangan ke depannya akan semakin berat karena munculnya perang hybrid dan perang menggunakan drone. Oleh sebab itu, Prabowo menilai profesionalisme prajurit harus ditingkatkan baik pendidikan maupun latihan untuk menghadapi kondisi global.

"Karena tantangan ke depan ini kan perang itu kan perang hybrid, perang pakai drone dan sebagainya. Sehingga itu yang menjadi konsentrasi bapak presiden," ujar dia.

"Kemudian juga tentang situasi global saat ini juga perlu disikapi dengan meningkatkan bagaimana profesionalisme prajurit harus meningkatkan baik pendidikan maupun latihan. Jadi itu yang menjadi sentral menurut saya," sambung Dudung.

Dalam pertemuan ini, Prabowo juga menyampaikan terima kasih kepada TNI-Polri yang telah mendukung program pemerintah. Mulai dari, program ketahanan pangan hingga menjaga situasi keamanan nasional.

"Presiden mengucapkan terima kasih atas sumbangsih TNI dan Polisi yang selama ini mendukung program pemerintah baik ketahanan pangan, ketahanan energi, termasuk menjaga situasi keamanan saat ini. Beliau mengapresiasi," jelas Dudung.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan taklimat kepada 800 perwira tinggi (pati) TNI dan Polri seluruh Indonesia di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Prabowo mengatakan dirinya ingin memberi gambaran tentang keadaan yang dihadapi sebagai bangsa dan negara. Termasuk juga dengan memberikan gambaran terkait perkembangan negara dan bangsa Indonesia.

"Sengaja saya mengundang para perwira tinggi menjelang pemeritahan yang saya pimpin dua tahun. Saya ingin memberi suatu gambaran keadaan yang kita hadapi sebagai bangsa dan sebagai negara," kata Prabowo saat membuka taklimat. Acara dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Selanjutnya, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menyampaikan laporan kegiatan.

Agus menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan momentum untuk menyamakan visi, serta memperkuat soliditas dan sinergi jajaran TNI dalam melaksanakan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara. Menurut dia, arahan Prabowo akan menjadi pedoman penting dalam menentukan langkah dan kebijakan ke depan.

"Di tengah dinamika lingkungan strategis dan tantangan yang makin kompleks termasuk ancaman siber, informasi, dan hibrida, arahan Bapak Presiden akan menjadi pedoman penting dalam menentukan langkah dan kebijakan, serta memperkuat kesiapan TNI sebagai alat negara di bidang pertahanan," ujar Agus.

Sementata itu, Kapolri Suyudi menuturkan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menerima arahan, kebijakan, dan penekanan Presiden. Dia menyebut taklimat Presiden dapat menjadi pedoman dalam melaksanakan tugas dan kepemimpinan di satuan masing-masing.

"Polri siap terus mendukung kebijakan dan program prioritas pemerintah sesuai tugas fungsi dan kewenangan Polri dari atas sampai bawah dimanapun berada," tutur dia

"Khususnya dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan pada masyarakat," sambung Suyudi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6