Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

18 Tahun

Verifikasi UmurStop di Sini

Mendorong Operasi SAR Dibuka Lagi Pascatemuan 1 Jenazah ABK Arupadhatu

Identifikasi jenazah Surakman, kru kapal Arupadhatu 1, dipandang menjadi titik terang.

Diterbitkan 25 September 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Saat Arupadhatu 1 dinyatakan hilang kontak pada Senin, 7 September 2026, operasi Tim SAR Gabungan langsung dibuka untuk melakukan pencarian menyusuri wilayah Banten, Lampung, hingga Bengkulu, dengan mengerahkan 24 alat utama (alut) meliputi KRI, Kapal Basarnas, Kapal Polairud, hingga helikopter.

Namun pasca 10 hari dilakukan, pencarian tetap menunjukkan hasil nihil dan resmi dihentikan oleh Basarnas pada 17 September 2026.

Pada Sabtu, 12 September 2026, ditemukan mayat terdampar di area perairan sekitar Sawang Bengkok, Desa Kahpayu, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, oleh warga setempat. Lokasi ini berjarak sekitar 350 kilometer dari titik awal hilangnya kapal di Selat Sunda.

Pada Rabu, 23 September 2026 setelah 10 hari proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI), hasil tes DNA resmi keluar dan menyatakan kecocokan mutlak.

Sampel yang dicocokkan dengan anak kandung almarhum, Yayat Suryadi, mengonfirmasi bahwa jasad tersebut adalah Surakman (60), salah satu dari tiga kru kapal yang hilang.

Sementara itu, belum ada kabar penemuan terhadap 7 korban hilang yang lain, yang meliputi 2 kru kapal lainnya, dan 5 jurnalis foto yakni Yudistiro Pranoto (iNews), Donal Husni (Jurnalis Lepas), Arie Basuki (Merdeka.com), Firdaus Wajidi (Anadolu Agency), dan Muhammad Bagus Khoirunas (LKBN Antara). Namun, Ketua Umum PFI Pusat Dwi Pambudo melihat penemuan jasad Surakman ini sebagai titik terang kembali setelah operasi pencarian gabungan resmi dihentikan.

Atas dasar penemuan bukti baru ini, PFI secara resmi meminta dan mendesak Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) beserta tim SAR gabungan TNI/Polri untuk segera membuka kembali Operasi SAR Gabungan.

"PFI meminta penyisiran intensif dilakukan kembali secara fokus di kawasan radius ditemukannya jenazah tersebut serta jalur perairan arah Selat Sunda menuju Enggano," ungkap Dwi.

PFI Pusat, kata dia, mengingatkan kembali komitmen dari otoritas SAR pada saat penutupan operasi pekan lalu, yang menyatakan bahwa operasi penyelamatan akan langsung dibuka kembali secara otomatis jika ditemukan petunjuk atau tanda-tanda baru mengenai keberadaan para korban.

"Harapan kami dan pihak keluarga sama sekali belum padam. Kami meminta negara hadir secara maksimal untuk melacak keberadaan 5 rekan jurnalis kami dan 2 kru kapal lainnya yang masih berstatus hilang. Waktu sangat berharga, dan setiap detiknya berarti bagi keselamatan mereka," jelas Dwi.

Harapan Keluarga Jurnalis

Selain tuntutan PFI Pusat, keluarga korban jurnalis hilang juga memohon kepada pemerintah dan instansi terkait untuk melanjutkan operasi pencarian.

“Besar banget harapan kami setelah adanya penemuan ini akan ada upaya pencarian lanjutan, agar kami sebagai keluarga bisa mendapatkan kepastian yang terbaik dari suami, Amin” ungkap Rodiyah Nasution, istri jurnalis Yudistiro Pranoto.

Bukan hanya Rodiyah Nasution dan keluarganya yang menunggu kepastian kabar. Aning, istri fotografer Donal Husni, dan mertuanya, juga memiliki harapan besar.

“Semoga bisa kembali dibuka pencarian sehingga bisa diketemukan teman-teman jurnalis mengingat sampai saat ini belum satu pun teman-teman jurnalis yang diketemukan. jadi besar harapan saya mohon agar pihak Basarnas, pihak berwenang, jajaran terkait, mohon lah, Pak untuk membuka lagi pencarian.” ungkap Aning penuh harap.

Bagi keluarga korban, penantian atas kepastian terus berjalan.

Sementara itu, meski salah satu kru kapal sudah ditemukan, Basarnas menyatakan belum akan membuka kembali operasi SAR untuk mencari korban jurnalis hilang kontak di Selat Sunda. Hal ini terkait dengan standar operasional prosedur pencarian dan pertolongan.

Meski begitu Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menegaskan, pencarian tersebut tidak dihentikan sepenuhnya, melainkan dialihkan menjadi operasi kesiapsiagaan atau operasi rutin yang disesuaikan dengan sektor masing-masing.

"Jadi bukan operasi tidak dilaksanakan. Jadi operasi tidak dibuka secara khusus lagi, artinya menghadirkan seluruh kekuatan untuk melaksanakan operasi, itu enggak. Tapi operasi dialihkan ke operasi kesiapsiagaan atau operasi rutin yang diarahkan kepada wilayah-wilayah tertentu sesuai sektornya masing-masing," kata Syafii saat dihubungi Liputan6.com, Rabu (23/9/2026).

Dalam skema tersebut, Basarnas tetap menyebarluaskan informasi terkait keberadaan para korban kepada nelayan, warga, serta kapal yang beraktivitas di perairan. Informasi itu juga disampaikan melalui stasiun radio pelayaran sebagai bagian dari pemantauan rutin.

DPR Minta Basarnas Buka Lagi Pencarian Jurnalis Hilang

Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal meminta Basarnas kembali mencari lima jurnalis dan kru kapal yang masih hilang di perairan Selat Sunda. DPR akan berkoordinasi dengan Basarnas untuk mendorong pencarian dilanjutkan.

Cucun mengatakan pencarian tidak semestinya berhenti hanya karena batas waktu dalam SOP Basarnas telah berakhir. Menurut dia, pencarian menyangkut kemanusiaan dan harapan keluarga korban.

"Kita berharap Basarnas untuk melakukan pencarian kembali, sampai bukan hanya yang pewarta, termasuk juga yang Virgo. Kita berharap semua," kata Cucun di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Pernyataan Cucun disampaikan setelah jenazah Surakman, salah satu kru kapal yang membawa lima jurnalis, ditemukan di pesisir Pulau Enggano, Bengkulu Utara. Jenazah tersebut telah diidentifikasi tim Disaster Victim Identification (DVI).

Cucun mengatakan DPR memahami Basarnas memiliki SOP dengan batas waktu pencarian. Namun, temuan jenazah tersebut dinilai menjadi alasan untuk kembali melakukan pencarian.

"Kita minta Basarnas untuk melakukan pencarian kembali. Walaupun SOP-nya kan sudah berakhir, kita minta juga harapan sama dari DPR untuk melakukan pencarian kembali," ujarnya.

Dia berharap seluruh korban dapat ditemukan sehingga keluarga mendapat kepastian.

"Jasadnya kalaupun memang misalkan sudah ada temuan kemarin itu awak kapalnya ya tinggal nanti yang pewarta-pewartanya semoga kita bisa ditemukan," katanya.

Cucun memastikan DPR akan berkoordinasi dengan Basarnas mengenai permintaan tersebut.

"Ya, kita mau koordinasi dengan Basarnas," tegasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6