Sukses

SMS Terakhir Anita, TKI Dalam Peti Terapung di Laut

Jenazah tenaga kerja wanita asal Binjai, Sumatera Utara, Anita Purnama Hutauruk ditemukan nelayan sudah membusuk di dalam peti dan terapung di perairan Laut Bagansiapi-api, Riau, Jumat 7 Februari lalu. Keluarga Anita terkejut dengan kematian anak ke-6 dari 8 bersaudara ini.

Menurut kakak kandung Anita, Ika Hutauruk, terakhir kali berkomunikasi dengan adiknya pada 30 Januari lalu. Komunikasi terjalin saat sang adik hendak pulang dari Malaysia ke kampung halamannya, Kota Binjai, Sumatera Utara.

"Pertama dia SMS (pesan singkat). Setelah SMS, dia telepon. Kak, kak, kak, terus putus, nggak sempat bilang apa. Itulah terakhir dia menghubungi saya di telepon," jelas Ika ditemui Liputan6.com di kediamannya, Kota Binjai, Sumatera Utara, Senin (10/2/2014).

Sebelum menelpon, Anita sempat mengirimkan SMS kepada Ika. SMS itu diterima Ika sekitar pukul 14.06 WIB. Isinya, memberi kabar bahwa Anita akan pulang ke Binjai.

"Hari ini adek berangkat kak, besok sampai," tulis Anita dalam pesan singkat terakhirnya yang masih disimpan di ponsel.

Ika tak pernah menyangka itu akan menjadi SMS terakhir dari adiknya yang berusia 35 tahun itu. Saat menunjukkan isi SMS itu kepada Liputan6.com, Ika beberapa kali menyeka air mata. Dia tak sanggup membendungnya.

Anita berangkat ke Malaysia Agustus 2013 lalu. Ia dibawa oleh wanita bernama Umi. Tak betah bekerja sebagai pembantu rumah tangga, Anita pergi dari rumah majikannya dan kerja ke tempat lain tanpa sepengetahuan Umi.

Umi yang dihubungi keluarga Anita mengaku tak tahu-menahu soal kematian Anita. Bahkan Umi tidak tahu di mana Anita bekerja, hingga akhirnya Anita ditemukan tewas mengapung dalam peti di laut. (Ism/Sss)

Baca juga:

Jasad TKI Dalam Peti Terapung di Laut, Keluarga Kecewa Polisi

Jasad TKI Mengapung di Laut, Keluarga: Rasanya Tak Percaya

Jenazah TKI dalam Peti Mengapung di Laut, Keluarga: Ini Misteri

Jenazah TKI dalam Peti Terapung di Laut

Loading