Gundukan tanah merah itu membujur di tanah bidang Pondok Rangon. Ada 5 gunduk, berjajar dari timur ke barat. Bekas-bekas kaki manusia terlihat di sana, memadatkan tanah di sekitar gundukan yang gembur itu.Itulah kuburan 5 terduga teroris yang tewas ditembak Densus 88 Anditeror Polri di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten. Hanya batu—ukurannya tak lebih besar dari kepala manusia—yang menjadi tanda bahwa tempat itu jadi kuburan mereka. Batu 'bisu', tanpa nama siapa yang dikubur di dalamnya.Kuburan Nur Hidayat, Rizal Al Ma'aruf, Nurul Haq, Fauzi Sardi Permana, dan Eduard alias Edo, itu letaknya saling berdekatan. Sebelum mereka, sejumlah terduga teroris yang tewas juga dikubur di sini. Namun kuburan kelima terduga teroris ini jauh dari makam lain di TPU Pondok Rangon, Cipayung, Jakarta Timur, itu. Kelima kuburan itu terletak di Blok AAI Blad 62 Unit Islam.Kelima terduga teroris itu dikubur Sabtu (4/1/2014). Keluarga langsung membawa mereka dari RS Polri ke TPU Pondok Rangon. Keluarga tak membawa jasad para terduga teroris itu ke kampung halaman masing-masing. "Para tetangga menolak," ujar perwakilan keluarga yang tak mau disebutkan namanya di Instalasi Kedokteran Forensik RS Polri.Tak mudah bagi kerabat untuk mengubur kelima jasad terduga teroris itu. Sebab, mobil jenazah mereka dilarang masuk pemakaman Pondok Rangon, demikian juga dengan mobil kerabat yang mengantar. Padahal, biasanya ambulan dan mobil kerabat pengantar jenazah dibolehkan memasuki kawasan pemakaman. Larangan ini baru pertama kali diberlakukan.Sehingga para kerabat menggotong jasad kelima terduga teroris itu dengan menggunakan tandu menuju ke kuburan. "Dibawanya pakai keranda, tapi cuman tutupan kain gitu doang," tutur penggali kubur di TPU Pondok Rangon Lukman.Satu terduga teroris yang juga tewas dalam penyergapan di Ciputat pada 31 Desember 2013, Hendi Albar, dikubur di Tasikmalaya, Jawa Barat. Pemakaman Hendi juga sempat ditolak warga. Namun akhirnya proses pemakaman di Pemakaman Umum Kampung Leuwianyar, Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, itu berjalan lancar.
Seberapa Bahaya?Komplotan Ciputat yang merupakan jaringan Abu Roban—tewas dalam penyergapan di Batang, Jawa Tengah,—ini terbongkar setelah Densus 88 membekuk Anton alias Septi di Banyumas, Jawa Tengah, pada Selasa 31 Desember 2013.Barang bukti yang disita dari rumah kontrakan, Jalan KH Dewantoro Gang H Hasan, Kampung Sawah, Ciputat, ini termasuk banyak. Ada sekitar 49 jenis, mulai tali pramuka, uang tunai Rp 235 juta—diduga hasil merampok BRI Panongan, senjata api, hingga bom rakitan.Polri menyebut kelompok yang akan menyuplai dana untuk latihan militer jaringan teroris Santoso di Poso ini telah merencanakan aksi bom bunuh diri. Dokumen rencana bom bunuh diri ini juga ditemukan di rumah kontrakan mereka."Jadi target-target mereka di samping penyerangan aksi bom bunuh diri juga terkait penyerangan polsek dan rencana fai—mengumpulkan dana dengan kekerasan—berikutnya," kata Kepala Biro Penerangan Polri Brigjen Pol. Boy Rafli Amar.Mereka akan mengebom gereja pada perayaan natal yang lalu. Selain itu juga akan mengebom 2 wihara atau rumah ibadah umat Buddha pada malam tahun baru.Keterangan Boy itu diperkuat dengan tertangkapnya 4 terduga teroris di Kompleks Alamanda Blok H Nomor 19 RT 02 RW 08, Desa Pasirlaja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada 1 Januari.Empat terduga teroris yang dibekuk itu adalah Sadullah Rojak, Saiyan (19), Hafi (19), dan Ahmad Jayabrata (22). Ketiga nama terakhir, yang masing-masing berasal dari Bandung, diduga sebagai 'pengantin' atau pelaku bom bunuh diri.
Dugaan aksi bom bunuh diri itu juga diperkuat dengan SMS."Saya ke sini diundang paman saya, saya datang dari Bandung, karena ada pelatihan pas sampai di rumah paman, saya langsung ditangkap," ujar Hafi. Namun ketiganya kemudian dibebaskan.Kelompok teroris Ciputat tidak hanya berencana mengebom tempat-tempat ibadah. Mereka juga akan menyerang kantor Kedutaan Besar AS di Jakarta. Rencana jihad itu ditulis dalam sobekan kertas koran yang terbitan Minggu, 30 Juni 2013."Punya amunisi yang layak dan menggetarkan. Bawa pistol dan SMG (Sub Machine Gun). Siap menyerang Kedubes AS, hotel-hotel yang dihuni CIA, dan para zionis," sambung Boy. Komplotan penembak anggota polisi Pondok Aren ini juga akan menyerang kantor-kantor polisi.Berbahayanya kelompok ini juga bisa dilihat dari bom yang tertinggal di warteg atau warung Tegal di Panongan, Tangerang Selatan. Bom rakitan di dalam tas itu mereka tinggal saat merampok BRI Cabang Panongan."Bom itu punya Nurul Haq. Tidak sengaja ditinggal, karena setelah perampokan di BRI sana, takut tertangkap masyarakat lalu tertinggal di warteg. Tapi itu bomnya low explosive," tutur Kapolri Jenderal Polisi Sutarman. Salah satu bom milik kelompok ini meledak saat penggerebekan, merusak rumah kontrakan.Selain itu, dari dokumen yang ditemukan Densus 88 juga menguak rencana lain salah satu anggota jaringan ini: Nurul Haq berencana pergi ke Suriah, Negara Timur Tengah yang tengah dilanda perang saudara. "Kita dalam pengungkapan dokumen bahwa Nurul Haq akan berjihad ke Suriah. Dia sudah mempersiapkan paspor untuk ke sana," sambung Sutarman. (Eks/Rmn)
Advertisement
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8414164/original/000004000_1782298740-Cek_fakta_-_rumor_ukraina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7676875/original/060602200_1780471869-Tugas__23_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8406223/original/090481000_1782289085-cek_fakta_-_insentif_guru_asn.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256117/original/079954000_1781147945-Tugas__29_.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/537062/original/rajut-batu-140104c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8450011/original/019812700_1782346256-000_B88L4BD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8450010/original/046935500_1782346255-063_2283182603.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259234/original/092963300_1781492552-deniz_undav_selebrasi_jerman_curacao_ap_eric_gay.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258639/original/042157800_1781395836-AP26164834638106-Vinicius.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258626/original/079452200_1781391485-000_B6Z46WN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8443167/original/050423700_1782336694-swiss.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8442423/original/051297200_1782335693-063_2283164257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7809636/original/050138700_1780626362-timnas-republik-ceko.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257627/original/035946300_1781249972-AP26163143978604.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258899/original/071719200_1781422429-vini.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258705/original/024939600_1781404490-qatar_vs_swiss-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262489/original/072589900_1781818934-Switzerland_s_Johan_Manzambi.jpg)