Tabur Bunga Mengisi Peringatan Tragedi Mei

Puluhan anggota keluarga korban kerusuhan Mei 1998 berdoa bersama dan tabur bunga di Mal Klender, Jakarta Timur. Paguyuban Keluarga Mei `98 mengajak masyarakat untuk mengawasi proses pengusutan tragedi tersebut.

Diterbitkan 13 Mei 2004, 19:27 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Jakarta: Puluhan anggota keluarga korban kerusuhan Mei 1998 mengadakan acara doa bersama dan tabur bunga di Mal Klender, Jakarta Timur, Kamis (13/5). Lokasi tersebut dipilih sebagai tempat pelaksanaan peringatan Tragedi Mei `98 karena memiliki nilai historis yang tinggi. Pada kesempatan itu, Paguyuban Keluarga Mei `98 menilai tragedi ini bukan kerusuhan massa biasa melainkan peristiwa terencana dan sistematis. Mereka juga mendesak pemerintah untuk menyelesaikan tragedi tersebut, termasuk menjaga supaya hal itu tidak terulang. Selain itu, mereka juga mengajak seluruh masyarakat untuk mengawasi proses pengusutan peristiwa kelam tersebut.

Sekadar mengingatkan, lembaran hitam sejarah Indonesia tersebut memang tepat terjadi enam tahun silam. Ketika itu, kekacauan melanda Jakarta. Aksi anarkis, penjarahan, pembakaran, hingga pembunuhan merajalela di Ibu Kota dan sejumlah kota. Seluruh kejadian itu berawal dari insiden di Kampus Trisakti, Grogol, Jakarta Barat. Seperti diketahui enam mahasiswa tewas diterjang peluru setelah terlibat bentrokan dengan tentara dan polisi.

Di tempat yang sekarang bernama Mal Klender, pada enam tahun silam berdiri Yogya Plaza Klender. Pada 14 Mei 1998, tepat di tempat tersebut terjadi kebakaran yang memakan banyak korban. Menurut saksi mata, sejumlah orang terlihat memprovokasi penduduk yang terkonsentrasi di sekitar Yogya Plaza Klender untuk menjarah pertokoan tersebut. Namun setelah massa masuk, mereka kemudian menutup pintu pertokoan dan membakarnya. Sedikitnya 200 orang tewas terbakar dalam peristiwa itu [baca: "Aku Melihat Anakku Terbakar"].(TOZ/Miko Toro dan Amar Sujarwadi)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6