Hasto Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila: PDIP Khawatir Menguatnya Militerisme

Penghormatan terhadap kebebasan warga negara, termasuk kebebasan berpendapat, berserikat, dan berkumpul.

Diterbitkan 01 Juni 2026, 10:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • PDIP khawatir militerisme menguat dan menolak pembungkaman kritik masyarakat.
  • Pancasila menolak penindasan, penyalahgunaan kekuasaan, serta menjamin kebebasan berpendapat.
  • Sikap kritis warga adalah tanggung jawab politik, tidak boleh dihadapi represi.

Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto menyampaikan kekhawatiran partainya terhadap menguatnya peran militer di Indonesia. Sikap itu disampaikan saat memimpin Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka upacara memperingati Hari Lahir Pancasila, Senin (1/6/2026). 

Upacara hari lahir Pancasila digelar di Halaman Parkir Masjid At Taufiq, Lenteng Agung, Jakarta Selatan (Jaksel). 

“PDI Perjuangan sangat mengkhawatirkan terhadap menguatnya militerisme. Kita juga menolak berbagai bentuk pembungkaman terhadap komponen masyarakat yang kritis sebagaimana sering disuarakan oleh masyarakat sipil akhir-akhir ini,” kata Hasto. 

Hasto menuturkan, Pancasila mengandung spirit kemanusiaan yang menolak segala bentuk penindasan dan penyalahgunaan kekuasaan. Sikap kritis masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab politik warga negara yang lahir dari kecintaan terhadap bangsa dan negara. 

“Sikap kritis adalah tanggung jawab politik setiap warga negara Indonesia karena rasa cinta kepada tanah air. Sikap kritis tidak bisa dihadapi dengan represi,” ujarnya. 

Hasto mengatakan, nilai kemanusiaan yang terkandung dalam Pancasila harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Melalui penghormatan terhadap kebebasan warga negara, termasuk kebebasan berpendapat, berserikat, dan berkumpul.

“Ia harus menjadi realitas dalam kehidupan sehari-hari yang mewujud sebagai kemerdekaan dari rasa takut, kemerdekaan berpendapat, berserikat, dan berkumpul. Kemanusiaan ini menentang berbagai bentuk penyalahgunaan kekuasaan aparatur negara yang seharusnya melindungi rakyatnya,” jelas Hasto.

Pancasila lahir dari realitas perjuangan rakyat Indonesia melawan kolonialisme dan penindasan. Oleh karenanya, semangat pembebasan rakyat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari ideologi bangsa.

“Pancasila bukan hanya falsafah pandangan hidup dasar dan tujuan bernegara. Pancasila mengandung suatu tekad untuk membebaskan rakyat Indonesia dari berbagai belenggu penjajahan dan penindasan,” katanya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6